SBY Anggap Pemerintahan Jokowi Miliki Banyak Kekurangan

Ilham wibowo    •    Jumat, 05 Jan 2018 10:27 WIB
sbypresiden jokowidua tahun pemerintahan jokowi
SBY Anggap Pemerintahan Jokowi Miliki Banyak Kekurangan
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)--Medcom.id/Ilham WIbowo

Jakarta: Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dianggap memiliki banyak kekurangan. Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berharap pemeritah tetap fokus menjalani dua tahun sisa masa periode pemerintahan. 

"Demokrat mengingatkan bahwa sejumlah kekurangan di sana-sini masih dirasakan dan dihadapi rakyat kita. Karenanya kami dorong pemerintah lakukan perbaikan dan bekerja lebih gigih lagi," kata SBY, dalam pidato politiknya di kantor DPC Partai Demokrat, Pakansari Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat, 5 Januari 2018. 

Namun, SBY tidak menampik, Presiden Jokowi juga memiliki keseriusan membangun bangsa. Presiden ke-6 RI ini mengharapkan pencapaian selama tiga tahun sebelumnya tetap dijaga dan  ditingkatkan. 

"Saya saksikan, pemerintahan Jokowi ingin berbuat yang terbaik untuk warganya. Demokrat juga melihat berbagai hasil dan prestasi pemerintah kita," ujarnya. 

Baca: Kritik SBY terhadap Jokowi Dinilai Biasa

Harapan khusus di tahun Politik, kata SBY, pemerintah perlu fokus berbenah agar pelaksanaan Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 berjalan dengan demokratis. Selain itu, penyelenggara pemilu baik Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) hingga Dewan Kehormatan Penyelanggara Pemilu (DKPP) perlu melakukan perencanaan dan persiapan dengan baik. 

"Jangan sampai terjadi kesalahan apalagi yang prinsip sifatnya. Penyelenggara harus siap bekerja dengan intensitas tinggi. Jika terjadi permasalahan serius, jajaran KPU harus mampu laksanakan manajemen krisis," ungkap SBY. 



Tak hanya itu, netralitas negara juga perlu dipastikan telah dilakukan. Polri maupun TNI serta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tak boleh berpihak. 

"Tidak boleh elemen-elemen negara ini melakukan kegiatan untuk memenangkan kandidat tertentu. Tidak boleh juga memenangkan caleg-caleg dan parpol-parpol tertentu," tuturnya. 


(YDH)