Tingkat Kepuasan tak Berbanding Lurus dengan Elektabilitas

M Sholahadhin Azhar    •    Rabu, 11 Oct 2017 17:10 WIB
pilpres 2019
Tingkat Kepuasan tak Berbanding Lurus dengan Elektabilitas
Ilustrasi: Pemilu. Foto: MTVN/Mohammad Rizal.

Metrotvnews.com, Jakarta: Survei evaluasi tiga tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil  Presiden Jusuf Kalla oleh Indikator Politik Indonesia menunjukkan tingkat kepuasan di atas 60%. Namun, hal itu tak bisa dijadikan patokan untuk elektabilitas di pemilihan presiden 2019.

"Faktor utama (memilih) tak semata ditentukan kinerja, ini sudah terjadi di (pilkada) Jakarta," kata Direktur Eksekutif Indikator Burhanuddin Muhtadi di kantornya, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu 11 Oktober 2017.

Menurut dia, ada kasus di mana kehendak untuk memilih tidak berdasar pada kepuasan, misalnya oleh identitas ideologi yang cocok dengan pemilik suara. Istilahnya, kata Burhan, memilih dengan hati. Contohnya, banyak orang mengakui kinerja Jokowi bagus di bidang infrastruktur, tetapi tetap tidak puas. 

Burhan melihat hal itu terjadi di 'Tanah Minang', Padang. Rata-rata responden tak puas dengan Joko Widodo dan ragu untuk memilihnya kembali. "Itu bukan semata urusan kinerja, tapi konsep kepemimpinan yang tidak match misalnya, atau ideologi. Banyak variabel di situ, ini faktornya beragam," kata dia.

Baca: Dimulai Lembaga Survei

Puas-tidaknya pemilik suara jelas menjadi variabel dalam pemilihan presiden. Namun, motif lain juga berpengaruh. Di Amerika Serikat, contohnya, John F. Kennedy adalah presiden pertama yang beragama Katolik, sejak negara itu berdiri pada 1776.

Dia menjelaskan, agama Kristen sejatinya menjadi penguasa pemerintahan di Negara Adidaya itu. Namun, masyarakat di sana juga memilih dan memilah. "Dari Kristen pun, yang minor kalah. Ada variabel lain yang tak semata ditentukan rasionalitas," kata Burhan.


(OGI)

Bacakan Pledoi, Andi Narogong Minta Maaf

Bacakan Pledoi, Andi Narogong Minta Maaf

16 minutes Ago

Jakarta: Terdakwa korupsi pengadaan KTP elektronik tahun anggaran 2011-2013 Andi Narogong memba…

BERITA LAINNYA