Risma Pamer Keberhasilan di Depan Megawati

Achmad Zulfikar Fazli    •    Rabu, 07 Sep 2016 03:36 WIB
pdi perjuangan
Risma Pamer Keberhasilan di Depan Megawati
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (kiri). (Foto: MTVN/Achmad Zulfikar Fazli).

Metrotvnews.com, Jakarta: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memamerkan segala keberhasilannya selama memimpin Kota Pahlawan, Surabaya. Hal ini dibeberkannya saat menjadi pembicara di hadapan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan sekitar 54 peserta calon kepala daerah dari PDIP dalam Sekolah Partai Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.

Keberhasilan tersebut, kata Risma, berkaitan dengan politik anggaran. Risma mengaku telah memangkas jumlah kelurahan yang ada di Kota Surabaya karena dinilai sebagai pemborosan.

"Itu kantor kelurahan di Surabaya ada 163 kelurahan. Kemudian saya mencoba kalau ini besar habis untuk belanja pegawai. Kemudian kelurahan ini saya kecilkan. Ada satu kelurahan yang tak efektif. Karena adanya di salah satu markas. Hanya mengurusi satu markas. Menurut saya itu tidak efektif. Akhirnya coba kita gabung menjadi tinggal 154 kelurahan," kata Risma di Kinasih Resort Depok, Jalan Raya Cilangkap, Cilangkap, Tapos, Depok, Selasa (6/9/2016).

Selain itu, Risma mengklaim telah membenahi pelayanan UPTD (Unit Pelaksana Teknis Dinas) Pendidikan. Sebelum Risma menjabat, UPTD Pendidikan di Surabaya berjumlah satu di tiap kecamatan. Tapi, kini sudah sudah berkurang setelah ia menerapkan pelayanan berbasis online.

"UPTD Dinas Pendidikan karena kita melayani pakai online, maka kemudian UPTD dulu setiap kecamatan ada satu UPTD Dinas Pendidikan tiap kecamatan, sekarang tinggal lima," ujar dia.

Risma menambahkan, kebijakan ini diambil setelah dirinya baru mengetahui bahwa selama ini UPTD diisi oleh mayoritas guru. "Jadi yang guru saya kembalikan biar mengajar. Kemudian yang bukan guru saya masukan di kelurahan-kelurahan yang membutuhkan," tambah dia .

Tak hanya itu, Risma mengaku telah membuat sekolah gratis bagi anak-anak di Surabaya mulai dari tingkat PAUD hingga SMA. Tiap sekolah kata dia, telah dilengkapi dengan free hotspot area.

"Di Surabaya semua sekolah gratis. Mulai PAUD sampai SMA/SMK. Negeri dan swasta. Kita berikan fasilitas yang sama. Sepanjang dia ngambil BOPDA dari APBD. BOPDA lebih besar dari BOS. Maka dia punya kewajiban dia harus sekolah gratis. Di seluruh sekolah itu free wifi. Internet gratis. Siapa pun itu," kata dia.

Di bidang kesejahteraan sosial, Risma mengatakan, dirinya telah mengimplementasikan kebijakan Pemerintah Pusat dengan mengucurkan dana BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) kepada masyarakat.

"Kita berikan BPJS. Untuk lansia miskin kita berikan makanan setiap hari. Orang cacat kita berikan makanan. Lebih dari Rp150 miliar kita berikan kepada anak-anak tadi," kata dia.

Untuk infrastruktur, lanjut dia, Pemkot Surabaya telah membangun 101 lapangan olahraga. Selain itu, dirinya juga telah menata Pedagang Kali Lima (PKL) dengan baik.

Risma pun mengaku telah berhasil menata taman-taman kota sebagai salah satu pusat kegiatan masyarakat.

"Ada 101 lapangan olahraga saya buat di kampung-kampung. Ada volly, basket. Sepanjang sungai dulu penuh PKL, lalu PKL kita tata. Sekarang ada taman yang kalau sore anak-anak ada yang menari di sini. Ada taman ekspresi dan ada taman prestasi. Ada Festival Kalimas juga," pungkas dia.


(HUS)