Bawaslu Awasi Ketat Medsos di Pilkada 2018

M Sholahadhin Azhar    •    Selasa, 09 Jan 2018 21:46 WIB
bawaslupilkada 2018
Bawaslu Awasi Ketat Medsos di Pilkada 2018
Ilustrasi media sosial. Medcom.id/Mohammad Rizal

Jakarta: Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) memastikan akan mengawasi lebih ketat pergerakan media sosial di Pilkada 2018. Media sosial dinilai berpotensi besar membuat gaduh penyelenggaraan Pilkada.

"Kami sudah bersama dengan tim cyber crime Polri untuk memantau akun-akun di media sosial," kata Kepala Bawaslu, Abhan, di kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Selasa 9 Januari 2018.

Abhan mengatakan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) sejatinya telah sepakat dengan seluruh pasangan calon peserta Pilkada 2018 untuk mendaftarkan akun media sosial yang terafiliasi. Namun, yang jadi masalah, akun media sosial yang tidak terdaftar jumlahnya lebih banyak.

"Ini kami akan antisipasi, bagaimana kalau dia tak terdaftar tapi meresahkan. Akan kami tindak," kata Abhan.

Apabila unsur pelanggaran terpenuhi, Bawaslu akan menyeret akun beserta pasangan calon yang terafiliasi ke ranah hukum. Tim penegakan hukum terpadu atau Gakumdu milik Bawaslu, kata Abhan, siap mengeksekusinya. Unsur Kepolisian dan Kejaksaan di dalam Gakumdu akan menjamin berlangsungnya proses hukum.

"Kami nanti akan bersama dengan Gakumdu, ada kepolisian dan kejaksaan yang akan proses. Tentunya kalau memenuhi unsur tindak pidana" ujarnya.

Baca: Kemendagri Bakal Perkuat Bawaslu dan Panwaslu

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menginginkan Pilkada 2018 bisa mencerminkan karakter demokrasi yang penuh kesantunan, tidak saling menjelekkan, dan tidak saling mencela. Ia tak mau pilkada di 171 daerah dirusak dengan kampanye hitam.

"Karakter-karakter itu yang perlu terus kita tumbuhkan, antarkandidat juga jangan sampai saling mencela, jangan saling menjelekkan. Apalagi memakai black campaign. Kampanye hitam harus betul-betul kita hilangkan dari proses-proses demokrasi kita," ujar Jokowi.

Jokowi mempersilakan kandidat bersaing sehat. Kandidat lebih baik saling adu prestasi, rekam jejak, ide, program, dan rencana-rencana ketika nanti menjabat.

"Saya kira yang dimunculkan harus seperti itu. Sekali lagi demokrasi kita harus mencerminkan karekter kita, karakter bangsa Indonesia yang ramah, sopan, penuh kesantunan," ucap Jokowi.


(AGA)