Poltracking: Pemilih Jawa Barat Masih Cair

Dheri Agriesta    •    Rabu, 06 Dec 2017 00:19 WIB
pilkada jabar
Poltracking: Pemilih Jawa Barat Masih Cair
ilustrasi Pilkada Jabar. (MTVN/Rizal)

Jakarta: Survei yang dirilis Poltracking Indonesia memperlihatkan dominasi Ridwan Kamil di Pilkada Jawa Barat 2018. Namun, Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yudha menilai, pemilih di Jawa Barat masih cair.

"Pemilih di Jawa Barat itu masih cair, tingkat akan mengubah pilihan masih tinggi," kata Hanta di Hotel Sari Pan Pacific, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa 5 Desember 2017.

Ridwan Kamil memang dominan dibanding sejumlah kandidat lain. Bahkan, ketika simulasi head to head diterapkan, Ridwan jauh meninggalkan rivalnya Deddy Mizwar. Ridwan mengantongi 49,4 persen dukungan, sementara Deddy memperoleh 28,8 persen. Responden yang tidak menjawab dan tidak tahu sebanyak 21,8 persen.

Saat disimulasikan berpasangan, Ridwan Kamil dan Daniel Mutaqien juga masih unggul ketimbang Deddy Mizwar dan Ahmad Syaikhu. Pasangan Ridwan-Daniel mengantongi 39,4 persen. Sedangkan Deddy-Syaikhu memperoleh 25,8 persen.

Berdasarkan temuan Poltracking, sebanyak 78,5 persen responden memastikan ambil bagian dalam Pilkada Jawa Barat. Namun, sebanyak 47,0 persen responden menyebut masih bisa mengganti pilihannya.

"Yang masih mungkin berubah, swing voters-nya itu tinggi. Strong voters itu 30 persen, Jadi masih mungkin fluktuasi perubahan pemilih," jelas Hanta.

Hanta menyebut, masyarakat Jawa Barat masih menunggu penetapan resmi kandidat oleh Komisi Pemilihan Umum. Ia menyebut, sebagian besar pemilih di Jawa Barat masih belum menentukan pilihan mereka.

"Ini menjadi tantangan tersendiri bagi para kandidat untuk meyakinkan pemilih agar mantap memilih masing-masing kandidat pada Pilkada Jawa Barat 2018," jelas dia.

Survei dilaksanakan pada 10 hingga 15 November 2017 dengan responden sebanyak 1200 orang. Survei ini menggunakan metode stratified multistage random sampling dengan margin of error sebesar 2,8 persen.

Populasi survei ini merupakan warga negara Indonesia di Provinsi Jawa Barat yang sudah mempunyai hak pilih berdasarkan peraturan yang berlaku. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka menggunakan kuesioner.


(LDS)

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

ICW: Nama Hilang di Dakwaan Setnov Karena KPK Hati-hati

5 hours Ago

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) berpendapat hilangnya sejumlah nama politisi yang seb…

BERITA LAINNYA