Menarik Minat 'Kids Zaman Now' Datang ke Masjid

Dian Ihsan Siregar    •    Sabtu, 13 Jan 2018 21:02 WIB
generasi milenial
Menarik Minat 'Kids Zaman Now' Datang  ke Masjid
Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan, Yogyakarta, Ustaz Muhammad Jazir ASP. Medcom/ Dian Ihsan

Jakarta: Generasi muda saat ini atau yang lebih terkenal dengan istilah 'kids zaman now' dinilai lebih suka pergi ke tempat-tempat hiburan, dibanding pergi ke masjid terutama untuk menjalankan ibadah salat lima waktu.

Salah satu solusi untuk meningkatkan minat generasi millenials untuk datang ke rumah Allah yakni dengan cara menghadirkan fasilitas yang sangat diburu, yakni internet. Sebab faktanya, anak-anak muda kini tak bisa terlepas dari perangkat elektronik berupa telepon genggam, yang tentunya dilengkapi dengan jaringan internet kencang.

Dengan menghadirkan atau memasangkan perangkat internet berupa WiFi, diakui Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan, Yogyakarta, Ustaz Muhammad Jazir ASP, membantu meningkatkan partisipasi anak muda untuk beribadah ke masjid. Meski memang tujuan utamanya untuk mencari WiFi, namun, lambat laun generasi tersebut bakal tertarik untuk ikut kegiatan di masjid karena sering mengikutinya. Jazir bilang, pemasangan WiFi sudah dilakukan di Masjid Jogokariyan.

"Fasilitasi anak muda, anak mudah tidak bisa terpisah dari HP, kalau ada masjid tanpa WiFi, maka masjid itu pada masa zaman Demak. Kalau kita di Masjid ‎Jogokarian, sudah 15 tahun ada WiFi. Jadi kalau mau WiFi tinggal ke masjid, terpasang 24 jam," ujar Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan, Ustadz Muhammad Jazir ASP, ditemui dalam acara Rapat Kerja DKM Masjid Nursiah Daud Paloh 2018 di ‎bilangan Kedoya, Jakarta, Sabtu, 13 Januari 2018.

Untuk menarik anak muda ke masjid, dia mengaku, pihak masjid juga membuat angkringan gratis yang diperuntukkan bagi jemaah yang datang untuk beribadah di Masjid Jogokariyan. Angkringan tersebut melayani 24 jam, tanpa henti.

"Jadi kalau minum susu, makan sego kucing dan lain-lain, semuanya gratis. Masjid sini yang bayar. Tapi untuk angkringan, masjid bayar untuk per orang dananya Rp10 ribu," tutur dia.‎

Menurut dia, bukan hanya diberikan koneksi internet yang gratis, ‎tapi anak muda juga didampingi oleh biro peremajaan remaja. Tujuannya, agar mereka kalangan muda tidak salah dalam menggunakan internet.

"Biro ini ada tiga shift yang memantau, agar tidak salah jalan mereka yang menggunakan internet. Sambil internet, ada angkringan, itu untuk anak muda banget. Angkringan itu makanannya disuplai oleh 25 jemaah. Jadi masjid ini bisa menghidupi 25 kepala keluarga dari angkringan," papar dia.

‎Tidak hanya sebatas itu, ‎sambungnya, pengurus Masjid Jogokariyan juga memiliki tim sepak bola bagi anak muda yang memiliki hobi olahraga. Tim sepak bola dengan nama Muslim United (MU). Selain itu, ada juga olahraga panahan, bulutangkis yang turnamennya diadakan sebelum ramadan,  kemudian ada juga komoditas pendaki gunung

"Anak-anak Mapala yang mau naik gunung bisa gabung dengan kami. Silahkan saja main, ada yang non muslim juga ikut. Jadi orang atau anak muda datang ke masjid datang dari banyak pintu. Seperti Masjidil Haram yang memiliki banyak pintu. Yang suka seni lari ke kesenian, yang suka olahraga lari ke olahraga, dan lainnya," tandas dia.


(SCI)