Kemendikbud-TNI Sepakati Tentara Mengajar di Sekolah Terpencil

christian dior simbolon    •    Selasa, 05 Dec 2017 08:59 WIB
pendidikan
Kemendikbud-TNI Sepakati Tentara Mengajar di Sekolah Terpencil
Ilustrasi--Antara/ANDIKA WAHYU

Jakarta: Prajurit TNI bakal diterjunkan untuk membantu mendidik murid-murid di sekolah-sekolah terpencil. Kesepakatan itu tertuang dalam nota kesepahaman tentang Perluasan Peningkatan Mutu Layanan Pendidikan dan Kebudayaan.

Kesepakatan tersebut ditandatangani Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan Panglima TNI Gatot Nurmantyo.

Menurut Muhadjir, penandatanganan nota kesepahaman itu merupakan upaya Kemendikbud meningkatkan karakter murid-murid di daerah dengan melibatkan TNI. Salah satunya dengan menggelar program 'Tentara Masuk Sekolah'.

"Prajurit masuk sekolah melatih berbagai macam kegiatan di sekolah termasuk ekstrakurikuler, misalnya baris-berbaris, paskibra, dan seterusnya. Kita tahu hampir setiap desa ada aparat Babinsa dan setiap kecamatan ada Koramil," ujar Muhadjir usai penandatanganan nota kesepahaman di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin, 4 Desember 2017.



Dijelaskan Muhadjir, pelibatan prajurit TNI merupakan bagian dari upaya Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di sekolah-sekolah, khususnya di wilayah terpencil, terluar dan tertinggal (3T). Di sekolah-sekolah tersebut, para guru misalnya bisa memanfaatkan prajurit TNI dalam melatih baris berbaris dan paskibraka.

"Itu sudah saya sampaikan kepada kepala sekolah. Kalau di sekolah gurunya tidak ada yang pandai berbaris berbaris enggak usah gurunya harus belajar baris-berbaris. Mengajak Babinsa di sekitarnya saja untuk melatih para siswa," jelasnya.

Muhadjir mengungkapkan, saat ini sudah ada sekitar 2.000 personel TNI yang siap dilibatkan dalam program-program Tentara Masuk Sekolah. "Tapi, harus dilihat lagi datanya seperti apa. Makanya dengan adanya kerja sama ini kita bisa saling tukar data," ujarnya.

Gatot mengapresiasi langkah Kemendikbud menggandeng TNI dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di daerah. Ia pun siap menerjunkan prajuritnya sesuai kebutuhan Kemendikbud. "Prioritasnya di sekolah-sekolah di tempat terpencil, terdepan dan terluar. Nah, tempat-tempat ini yang nanti diisi," imbuhnya.


(YDH)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

1 day Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA