BNPT Bantah Deradikalisasi Gagal

Whisnu Mardiansyah    •    Jumat, 18 May 2018 03:20 WIB
terorisme
BNPT Bantah Deradikalisasi Gagal
Pesantrean Deradikalisasi "Al Hidayah" di Dusun IV, Desa Sei Mencirim, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara. MI/Puji Santoso

Jakarta: Program deradikalisasi yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mendapatkan kritikan karena rangkaian aksi teror yang terjadi beberapa waktu ini. Direktur Deradikalisasi BNPT Irfan Idris menilai banyak pihak yang belum paham cara kerja deradikalisasi. 

Sehingga, ketika aksi teror pecah langsung cepat menyimpulkan deradikalisasi dianggap gagal.

"Karena deradikalisasi jalan terus. Dan yang menyimpulkan (gagal) itu belum paham. Mudah-mudahan bukan tidak mau paham atau sok tahu," kata Irfan dalam perbincangan dengan medcom.id, Kamis 17 Mei 2018.

Menurut Irfan, mengubah ideologi seseorang tak semudah mengembalikan telapak tangan. Deradikalisasi membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Apalagi usia BNPT tergolong masih muda, berdiri sejak 2011. Memerangi ideologi radikal lebih sulit dibandingkan memerangi aksi teror itu sendiri.

"Silabus, SOP, pedoman, kurikulum, blue print semua sudah kita siapkan. Itu yang tidak dikenali. Orang  tidak sabar melihat deradikalisasi ini dan pada sebuah kesimpulan deradikalisasi ini gagal," jelas Irfan.

Sejak tahun 2012 sebanyak 432 narapidana terorisme mengikuti program deradikalisasi. Namun, kendalanya tidak semua napiter koperatif saat dideradikalisasi.

"Seperti Abu Bakar Baasyir dan Aman Abdurahman itu tentu tidak mengikuti program. Tetapi strategi kita, diamnya (Abu Bakar dan Amman) saja sudah keuntungan bagi kita," kata Irfan.

Namun, tak sedikit juga napiter yang berhasil dideradikalisasi. Bahkan ada narapidana teroris yang meninggalkan ideologi radikal, padahal dia telah divonis hukuman seumur hidup.

"(Dia) sangat mensupport program ini. Dan membongkar jaringannya. Dan ini bukti keseriusan mereka dan ini menyatakan bahwasanya dia berubah," ucapnya.

Irfan mengkritisi pihak-pihak yang menganggap deradikalisasi gagal karena tidak paham cara kerja deradikalisasi. Hal ini menjadi penyemangat bagi BNPT untuk terus memperbaiki program deradikalisasi.

"Kalau tidak paham program itu, dia ngomong itu wajar. Kita menjadi tertantang saya senang. Tetapi jangan terlalu banyak orang seperti itu. Karena pernyataan seperti itu yang paling senang adalah teroris," pungkasnya. 



(DRI)