Kemendagri Bantah Server KTP-el Bermasalah

M Sholahadhin Azhar    •    Selasa, 21 Mar 2017 08:55 WIB
pelayanan e-ktpe-ktp
Kemendagri Bantah Server KTP-el Bermasalah
Ilustrasi--Antara/Ujang Zaelani

Metrotvnews.com, Jakarta: Kemendagri menampik soal isu server error. Pusat data atau data center masih berjalan dan bisa melayani keperluan KTP-el. Misalnya perekaman dan pencetakan.

"Server tidak error," kata Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri, Zudan Arif Fakrulloh melalui pesan tertulis kepada wartawan, Selasa 21 Maret 2017.

Adapun skema back-up dilakukan jika data identitas belum berada di pusat. Sehingga hal tersebut hanya berlaku pada pemohon perekaman baru.

Sementara untuk cetak data menjadi KTP-El masih bisa dilakukan. Asal data perekaman sudah masuk terlebih dahulu dan ada blangko sebagai bahan dasar pencetakan. Zudan menyiapkan mekanisme lain, jika cetak data ini terganggu. Yakni menggunakan data dari pusat back-up di Batam.

"Kami sudah atur trafficnya. Bila pencetakan dari DC MMU tidak bisa, maka kami gunakan Disaster Recovery Center Batam," imbuh Zudan.

Baca: Mendagri Tegaskan Proses Hukum KTP-el tak Ganggu Perekaman

Kepala Korpspri ini juga mengklarifikasi, sebenarnya yang menjadi masalah saat ini hanya terkait penunggalan data. Server pusat masih terkendala membuat Nomor Induk Kependudukan (NIK), namun hanya bersifat teknis.

Sementara untuk rekam cetak Ditjen Dukcapil masih bisa. "Masalah penunggalannya. Untuk pencetakan tetap jalan," pungkas Zudan.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menjamin proses hukum kasus dugaan korupsi proyek KTP-el tidak berpengaruh terhadap pelaksanaan perekaman data kependudukan. Saat ini KPK tengah mengusut kasus dugaan korupsi dalam proyek KTP elektronik.

Dalam dua tahun terakhir Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil meningkatkan secara optimal perekaman data penduduk, dan akte kelahiran warga negara Indonesia.

Tjahjo mengakui proses perekaman data kependudukan memang sedikit tersendat dalam hal pelayanan kepada masyarakat. Karena proses lelang blanko KTP elektronik yang di beberapa daerah sudah habis belum selesai.

Menurut Tjahjo, proses lelang dilakukan dengan sangat hati-hati untuk memastikan transparansi dan memenuhi aturan yang ada. Dia berharap proses lelang dapat selesai bulan Maret ini agar dapat segera dilakukan pencetakan KTP elektronik secara bertahap dan dikirimkan ke daerah-daerah.


(YDH)

Sandi Ajak Warga Minang di DKI Gabung OK OCE

Sandi Ajak Warga Minang di DKI Gabung OK OCE

10 hours Ago

pihaknya bakal mengajak asosiasi para pedagang pasar untuk bergerak bersama menciptakan ekonomi…

BERITA LAINNYA