Ignasius Jonan Pilihan Objektif Presiden

Annisa ayu artanti    •    Sabtu, 15 Oct 2016 10:41 WIB
kementerian esdm
Ignasius Jonan Pilihan Objektif Presiden
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri ESDM) Ignasius Jonan (kiri) dan Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar. Foto: MI/Panca

Metrotvnews.com, Jakarta: Dipilihnya Ignasius Jonan sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dinilai pilihan objektif Presiden Joko Widodo. Namun, ditunjuknya Arcandra Tahar sebagai wakil Jonan merupakan sikap politis Presiden.
 
Direktur Eksekutif Institute for Essential Service Reform (IESR), Fabby Tumiwa mengatakan, dipilihnya Arcandra kembali masuk ke Kementerian ESDM setelah kasus dwikewarganegaraan adalah pilihan politis. Presiden disebut tidak mau kehilangan muka.
 
"Saya takutnya menaruh Arcandra itu mengakomodasi kepentingan sekeliling, karena memilih Jonan itu objektif, memilih Arcandra itu politis," kata Fabby dalam diskusi di Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta, Sabtu (15/10/2016).
 
Menurut Fabby, Kementerian ESDM cukup diisi menteri. Kalaupun harus ada wakil menteri, seharusnya diisi orang merintis karir birokrat di kementerian ESDM dan seorang yang sangat paham dengan isu-isu terkait sektor tersebut.
 
"Dibutuhkan orang yang ada di birokrasi. Dia harus memahami orang yang paham isu, sosok Arcandra kayaknya tidak masuk dalam kriteria itu," ujar Fabby.


 
Mantan staf ahli menteri ESDM, Said Didu berharap, jabatan wakil menteri tidak membayang-bayangi menteri dan jangan sampai Arcandra yang lebih vvocal dalam pengambilan keputusan di sektor strategis itu.
 
"Jangan sampai wakil menteri digunakan pihak tertentu untuk membayang-bayangi menteri. Jangan sampai Jonan ditempatkan sebagai bamper," kata Said Didu.
 
Presiden Joko Widodo melantik Ignasius Jonan sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dan Arcandra Tahar sebagai wakilnya, kemarin.
 
Jonan sempat menjabat Menteri Perhubungan sejak awal Kabinet Kerja dilantik, 27 Oktober 2014. Namun pada Juli lalu, Presiden mencopot jabatan itu dari Jonan.
 
Sedangkan Arcandra merupakan Menteri ESDM sebelumnya. Presiden memberhentikan pria kelahiran Padang, Sumatera Barat, itu karena masalah dwikewarganegaraan.




(FZN)