Nyagub, Edy Mundur dari Pangkostrad

Dhaifurrakhman Abas    •    Rabu, 06 Dec 2017 05:23 WIB
pilkada 2018
<I>Nyagub</i>, Edy Mundur dari Pangkostrad
Ketua Umum PSSI terpilih Edy Rahmayadi. (ANT/Wahyu Putro)

Jakarta: Letnan Jendral Edy Rahmayadi melepas  jabatan Pangkostrad yang disandangnya. Hal itu terlihat dalam Surat Keputusan Panglima TNI Kep/982/XII/2017 tanggal 4 Desember 2017.

Edy mengaku sengaja menggunakan hak prerogatifnya mencalonkan diri sebagai bakal calon gubernur Sumatra Utara. Selain itu, Edy juga sudah diusung oleh tiga partai politik, yaitu Gerindra, PKS dan PAN.

"Persyaratan untuk menjadi seorang gubernur itu memang harus mundur dari kemiliteran. Saya mengajukan mundur berdasarkan hak prerogratif saya. Partai saya, Partai Gerindara, PKS, dan PAN " kata Edy saat dikonfirmasi Metrotvnews.com melalui saluran telepon seluler, Selasa, 5 Desember 2017.

Baca juga: Pangkostrad Resmi Daftar Pilgub di PDIP Sumut

Sementara jabatan sebagai Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang diemban Edy tidak akan dilepas. Bagi dia, melepas jabatan Ketum PSSI sama saja laiknya penghianat. Edy mengatakan tidak ada aturan harus melepas jabatan Ketum PSSI bila mencalonkan diri menjadi calon gubernur.

"Kalau itu (meninggalkan jabatan Ketum PSSI) tidak ada di dalam aturan undang-undang, ya tidak saya lakukan. Amanah rakyat. Berdosa kalau saya tinggalkan," kata Edy.

Tak hanya Edy, TNI memutasi 85 Pati lainnya. Di antaranya, 46 orang Pati jajaran tinggi TNI AD, 28 orang Pati jajaran tinggi TNI AL dan 11 orang Pati jajaran tinggi TNI AU.

Mutasi jabatan di lingkungan TNI itu dalam rangka memenuhi kebutuhan organisasi dan pembinaan karir perwira tinggi. Serta mengoptimalkan tugas-tugas TNI yang semakin kompleks dan dinamis. Karena itu, TNI terus mengupayakan peningkatan kinerja melalui mutasi dan promosi jabatan personel di tingkat perwira tinggi (Pati) TNI.


(LDS)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

4 hours Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA