Pertemuan Jokowi-Raja Salman Dianggap Sia-Sia

Whisnu Mardiansyah    •    Selasa, 20 Mar 2018 12:55 WIB
eksekusi mati wni
Pertemuan Jokowi-Raja Salman Dianggap Sia-Sia
Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan/Medcom.id/Whisnu Mardiansyah

Jakarta: Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan meminta pemerintah Indonesia mengajukan nota protes kepada Kerajaan Arab Saudi atas eksekusi mati tenaga kerja Indonesia Muhammad Zaini Misrin. Arab Saudi dinilai tak menghormati persahabatan kedua negara yang terjalin cukup erat.

"Artinya pertemuan Pak Jokowi (Presiden Joko Widodo) dengan Raja Saudi (Salman) di sini yang sangat heboh itu tidak ada artinya apa-apa," sesal Taufik di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa 20 Maret 2018.

Baca: Arab Saudi Dinilai Melecehkan Indonesia

Taufik mengatakan upaya diplomasi meminta kejelasan kepada Arab Saudi mengeksekusi tanpa notifikasi kepada pemerintah Indonesia menjadi keharusan.

Di sisi lain, politikus PAN itu menghargai upaya Presiden Jokowi dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi beberapa kali melobi pemerintah Arab Saudi. Mereka meminta Arab Saudi mengampuni tenaga kerja Indonesia yang terancam hukuman mati.

Baca: Moratorium TKI ke Arab Saudi Harus Dilanjutkan

Sayangnya, insiden Zaini justru menunjukkan pelecehan terhadap Indonesia.  "Ini ada warga negara kita yang tidak bersalah atau mungkin masih dalam proses persidangan, tanpa informasi langsung dihukum secara tiba-tiba," ucap dia.

Kasus TKI dieksekusi mati di Arab Saudi kembali terjadi. Muhammad Zaini Misrin asal Bangkalan, Jawa Timur, dieksekusi pada 18 Maret 2018 atas tuduhan membunuh. Pria yang bekerja sebagai sopir di Arab Saudi itu dituduh membunuh majikannya, Abdullah bin Umar Muhammad Al Sindy.

Zaini divonis hukuman mati pada 17 November 2008. Zaini ditangkap pada 13 Juli 2004.




(OJE)