Ketua Komisi I Anggap Pencabutan Mutasi Pati TNI Hal Biasa

Ilham wibowo    •    Kamis, 21 Dec 2017 12:28 WIB
panglima tni
Ketua Komisi I Anggap Pencabutan Mutasi Pati TNI Hal Biasa
Pejabat lama Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (kanan) memberikan panji kebesaran TNI kepada pejabat baru Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjant. Foto: Antara/Galih Pradipta.

Jakarta: Pencabutan mutasi perwira tinggi (pati) di jajaran TNI dinilai sebagai hal yang wajar dilakukan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Langkah tersebut dinilai demi kenyamanan dalam melaksanakan tugas. 

Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari tak mempermasalahkan langkah Hadi meninjau kembali kebijakan mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Hadi dinilai mempunyai wewenang penuh saat memegang tongkat komando TNI. 

"Profesionalitas menurut Pak Hadi mungkin yang begini dan begitu, meski kualifikasinya sama-sama profesional," kata Abdul melalui pesan singkat, Kamis, 21 Desember 2017.

Hadi dinilai telah mengambil kebijakan dengan pertimbangan situasi di internal TNI. Abdul meyakini pertimbangan itu sesuai dengan program kerja Hadi yang telah dipaparkan kepada anggota dewan. 

"Saya kira itu dibenarkan juga. Kalau kemudian ada pertimbangan yang lain maka dilakukan peninjauan kembali, kan biasanya seperti itu. Tak apa-apa," tutur dia. 

Abdul menambahkan keputusan Hadi akan memperkuat soliditas TNI. Seorang prajurit militer, kata Abdul, tetap akan bersikap profesional terhadap pimpinan yang sedang menjabat. 

"Biasa saja, tentara itu kan hari ini di komando A dan besok di komando B, dan itu biasa saja," ucap Abdul.

Sebelumnya, Hadi membatalkan mutasi sejumlah pati TNI. Ini sesuai Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/982.a/XII/2017 tertanggal 19 Desember 2017 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan TNI yang berisi perubahan atas Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/982.a/XII/2017. 

Baca: Pengamat: Jika tak Dibatalkan Mutasi Pati Bisa Jadi Bom Waktu

Ada 14 pati dan 2 perwira menengah batal dimutasi. Salah satunya, Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi. Dia batal dicopot sebagai panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad). Edi sempat mengajukan pengunduran diri untuk maju dalam pilgub Sumatera Utara. 

Nama lain yang batal dimutasi yakni Asisten Operasi Kepala Staf TNI AD Mayor Jenderal (Mayjen) Sudirman yang diangkat sebagai panglima Kostrad. Mayjen (Mar) Bambang Suswanto juga batal dimutasi sebagai komandan Korps Marinir menjadi Dankodiklat TNI dan Mayjen AM Putranto dari Pangdam ISI/Sriwijaya menjadi Asisten Operasi KSAD.

Mutasi itu sejatinya sudah diteken Jenderal Gatot pada 4 Desember 2017. Dia memutar sebanyak 85 pati. 





(OGI)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA