Wapres Berharap Revisi UU Terorisme Segera Rampung

Dheri Agriesta    •    Selasa, 15 May 2018 16:18 WIB
terorismeTeror Bom di Surabaya
Wapres Berharap Revisi UU Terorisme Segera Rampung
Wapres Jusuf Kalla/MTVN/Dheri Agriesta

Jakarta: Pemerintah dinilai belum satu suara dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Wakil Presiden Jusuf Kalla berharap revisi rampung dalam waktu dekat.

"Kita harapkan Mei atau Juni bisa selesai," kata Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa, 15 Mei 2018.

Rangkaian serangan teror di Depok, Surabaya, dan Sidoarjo, dinilai bisa menjadi pendorong penyelesaian revisi UU. Dalam UU itu, kewenangan penindakan terhadap pelaku teroris hanya dimiliki Polri.

Baca: NasDem Desak Percepat Revisi UU Terorisme

Padahal, Indonesia memiliki Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan kemampuan mumpuni. TNI, kata Kalla, bisa dimanfaatkan menjaga ketertiban dan keamanan negara yang sangat luas ini.

"Karena (negara) kita terlalu luas, polisi punya polsek, TNI punya koramil, kalau ini dilibatkan semua kan bagus," jelas eks Ketua Umum Partai Golkar itu.

Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia itu menilai pemerintah belum perlu menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu). Aparat tetap bisa menindak teroris tanpa penerbitan Perppu.

"Sebenarnya tanpa itu (Perppu) pun kan dijalankan, kalau hanya rumusan, siapa yang mau bunuh orang tidak bersalah? Terorislah, yang mau macam-macam ya teroris. Tidak usah terlalu berpegang pada banyak mana, pokoknya lawan saja," tegas Kalla.

Baca: DPR Didesak Rampungkan Revisi UU Terorisme

Aksi teror pecah di sejumlah titik sejak pekan lalu. Aksi diawali dengan perlawanan narapidana terorisme di rumah tahanan cabang Salemba, Mako Brimob, Depok, Rabu, 9 Mei 2018. Peristiwa itu menggugurkan lima polisi dan satu narapidana teroris.

Polisi berhasil menumpas serangan itu dengan pendekatan lunak pada Kamis, 10 Mei 2018. Sebanyak 155 narapidana terorisme menyerah.

Minggu 13 Mei 2018, publik dikagetkan dengan serangan teror di Surabaya. Tiga gereja dibom satu keluarga terduga teroris. Belasan orang tewas dan puluhan luka-luka dalam peristiwa tersebut. Pada malam hari, ledakan juga pecah di dua titik di Sidoarjo, Jawa Timur.

Senin, 14 Mei 2018, sebuah bom meledak di depan Mapolrestabes Surabaya. Bom terlihat dibawa kendaraan roda dua. Pelaku meledakkan bom ketika polisi memberhentikan kendaraan mereka yang mencoba memasuki gerbang gedung.




(OJE)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA