Bawaslu Temukan Empat Dugaan Politik Uang di Pilkada 2018

Faisal Abdalla    •    Jumat, 13 Jul 2018 00:39 WIB
pilkada serentakpilkada 2018
Bawaslu Temukan Empat Dugaan Politik Uang di Pilkada 2018
Rilis Bawaslu terkait Pilkada Serentak 2018. Foto: Medcom.id/Faisal Abdalla.

Jakarta: Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menemukan empat dugaan pelanggaran politik uang dalam penyelenggaraan Pilkada serentak 2018. Keempat dugaan pelanggaran itu masih dalam proses Bawaslu dan pengadilan.

"Pelanggaran politik uang yang tertsruktur, sistematis, dan masif sebanyak empat kasus, yaitu di Sumatera Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Lampung," kata Komisioner Bawaslu Ratna Dewi saat menyampaikan hasil evaluasi Pilkada 2018 di Gedung Bawaslu, Jakarta, Kamis, 12 Juli 2018. 

Ratna mengatakan, kasus dugaan politik uang di Sumatera Selatan saat ini masih dalam proses penanganan Bawaslu RI. Sementara kasus di Sulawesi Utara akan segera memasuki tahapan pembacaan tuntutan di pengadilan. 

Baca juga: Bawaslu Temukan 3.133 Dugaan Pelanggaran di Pilkada 2018

Sementara kasus dugaan politik uang di Gorontalo dan Lampung masih dalam proses pemeriksaan saksi-saksi di pengadilan.

Secara umum, Bawaslu menemukan 3.133 dugaan pelanggaran selama tahapan Pilkada 2018. Dari 3.133 laporan, 291 di antaranya merupakan pelanggaran pidana. 

"Dari 291 laporan dugaan pelanggaran pidana, 109 kasus masih dalam tahap penyidikan dan penuntutan," beber Ratna. 

Sementara itu, lanjut Ratna, sebanyak 52 kasus sudah diputus pengadilan dengan rincian 48 terbukti bersalah dan 4 perkara diputus bebas. 

"Empat kasus lainnya dihentikan di penyidikan (SP3)," tandasnya. 


(HUS)