Momen Libur Panjang Lebaran Picu Ekonomi Kreatif di Daerah

Intan Yunelia    •    Selasa, 12 Jun 2018 11:31 WIB
libur panjangMudik Lebaran 2018
Momen Libur Panjang Lebaran Picu Ekonomi Kreatif di Daerah
Anggota Komisi X DPR RI Anang Hermansyah--MI/Susanto

Jakarta: Anggota Komisi X DPR RI Anang Hermansyah menilai momen libur lebaran yang cukup panjang tahun ini, tak melulu berdampak negatif di sektor perekonomian nasional. Namun, libur panjang tahun ini diharapakan bisa memicu pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah. 

"Liburan lebaran tahun ini harus dimanfaatkan untuk memicu kebangkitan ekonomi kreatif di daerah," kata Anang dalam keterangan tertulisnya kepada Medcom.id, Selasa, 12 Juni 2018. 

Momen libur lebaran harus dimanfaatkan meningkatkan pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah. Dari data Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2016, penyebaran ekonomi kreatif di daerah belum merata. Terutama daerah-daerah di luar Pulau Jawa. 

"Sejumlah daerah di Pulau Jawa pun tidak maksimal, untuk tidak menyebut gagal, meski rerata pertumbuhan di atas 10 persen," ujar Anang. 

Angka pertumbuhan positif di atas 10 persen hanya terjadi di lima provinsi di Pulau Jawa. Yaitu Jawa Barat (33,56 persen), Jawa Timur (20,85 persen), Banten (15,66 persen), Jawa Tengah (14,02 persen), dan Jakarta (10,50 persen). 

"Di luar lima provinsi tersebut pertumbuhannya menyedihkan yakni di bawah 10 persen," kata Anang. 

Baca: Cuti Bersama Lebaran 2018 Ditambah

Pria yang juga berprofesi sebagai musisi itu menyimpulkan data tersebut dapat dijadikan rujukan untuk melihat secara fair kondisi obyektif pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah di Indonesia.

"Secara simplifikasi, lebaran yang memunculkan tradisi mudik, orang kota kembali ke kampung halaman, akan melahirkan gelombang transfer tindakan ekonomi secara massal," jelasnya. 

Hal ini menjadi peluang yang tidak kecil bagi daerah untuk membangkitkan ekonomi daerah, khususnya di sektor ekonomi kreatif yang berbasis kreativitas dan inovasi itu. Di antara potensi ekonomi kreatif di daerah yaitu sektor pariwisata dan kuliner. 

"11 hari libur lebaran harus dijadikan berkah bagi daerah untuk memaksimalkan pendapatan di sektor ini," pungkasnya.



(YDH)