Intoleransi Dinilai Menghambat Generasi Muda Berkarya

Achmad Zulfikar Fazli    •    Senin, 18 Sep 2017 20:40 WIB
radikalisme
Intoleransi Dinilai Menghambat Generasi Muda Berkarya
Diaz Hendropriyono saat masa kampanye Jokowi-JK. Foto: MI/M. Irfan.

Metrotvnews.com, Jakarta: Staf Khusus Presiden Diaz Hendropriyono mengaku prihatin merebaknya sikap intoleransi di kalangan generasi muda. Diaz menilai intoleransi dapat menghambat generasi muda berkarya dan berkontribusi positif bagi Indonesia.

Hal itu disampaikannya melalui seminar dengan tema #ToleransiJadiAksi yang merupakan acara pertama dari rangkaian seminar #DengarYangMuda di Gandaria City, Jakarta Selatan. Melalui acara yang dihadiri oleh ratusan generasi muda dari berbagai SMA di Jakarta, generasi muda dibantu untuk meningkatkan produktivitas dengan diberikan alternatif kegiatan.

"Presiden Jokowi selalu menekankan bahwa keberagaman adalah berkah dari yang maha kuasa, yang harus kita jaga bersama," kata Diaz sebagai fasilitator acara tersebut, Senin 18 September 2017.

Acara tersebut diisi oleh beberapa selebriti yang merasa energi generasi muda perlu diarahkan ke arah yang bukan hanya positif, tetapi juga produktif. Hal itu baik melalui media konvensional maupun melalui media sosial yang banyak dijadikan sumber oleh kaum generasi milenial.

Selebriti Nadine Chandrawinata dan Ayushita berpendapat media sosial yang digunakan untuk menyampaikan pesan intoleransi, telah mencegah generasi muda memanfaatkan media sosial untuk hal-hal positif.

Senada dengan hal tersebut, pemilik akun YouTube SkinnyIndonesian24, Jovial da Lopez dan Andovi da Lopez juga geram dengan generasi muda yang intoleran dan fokus pada hal-hal tidak produktif. "(Sebagai contoh) apapun yang kita lakukan di internet, pasti akan selalu ada (generasi muda) yang mengkritik," kata dia.

“Contoh lainnya, kalaupun kita memberikan bantuan Rp1 miliar untuk panti asuhan, pasti tetap mendapatkan kritik. Misal, disebut (melakukan pencitraan)," tambah Jovial.

Sementara itu, komedian Cak Lontong mengatakan, keberagaman ide, pemikiran, serta asal usul sebenarnya hal yang indah dan patut disyukuri.

Anak-anak muda yang hadir dalan acara ini pun terlihat antusias, terutama saat membahas mengenai pencapaian-pencapaian pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, baik kebijakan BBM satu harga, penurunan harga semen di Papua, hingga pembangunan jalan tol Trans Papua.

 


(DHI)