Menteri Puan Optimistis Kesejahteraan Terus Tumbuh

Renatha Swasty    •    Rabu, 16 Aug 2017 13:53 WIB
hut kemerdekaanpidato kenegaraan
Menteri Puan Optimistis Kesejahteraan Terus Tumbuh
Mantan Presiden Megawati Sukarnoputri (tengah) didampingi Menko PMK Puan Maharani (kiri). Foto: Antara//Akbar Nugroho Gumay

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani optimistis kesejahteraan semakin meningkat. Dua tahun sisa Kabinet Kerja, Puan menyatakan, pemerintah akan terus menggenjot sektor ekonomi.

"Memang betul apa yang disampaikan Presiden bahwa dari tahun pertama sampai tahun ketiga, pemerintah itu terus meningkatkan dan berusaha mendistsribusikan semua kartu yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial," kata Puan usai Sidang Tahunan MPR, DPR dan DPD di Ruang Paripurna I, Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Rabu 16 Agustus 2017.

Puan mengakui masih banyak permasalahan dalam pendistribusian Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sejahtera, maupun Kartu Indonesia Sehat. Meski begitu, pemerintah optimistis kartu itu akan bermanfaat buat masyarakat.

Ke depan, dia berjanji, pembagian kartu itu bisa lebih tepat sasaran. Apalagi pemerintah secara bertahap mengubah menjadi bantuan nontunai. "Kami berharap IPM (Indeks Pembangunan Manusia) terus meningkat, kemiskinan akan menurun, dan tentu saja kesejahteraan rakyat berdasarkan dengan pemerataan kesejahteraan sosial itu bisa terlaksana," ujar dia.

Baca: Presiden Jokowi Klaim Tingkat Kemiskinan RI Turun

Dalam pidato kenegaraannya di Sidang Tahunan MPR, DPR dan DPD, Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah pada tahun ketiga masa bakti Kabinet Kerja bakal lebih fokus melakukan pemerataan ekonomi yang berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Saya yakin hanya dengan pemerataan ekonomi yang berkeadilan kita akan semakin bersatu. Pembangunan yang merata akan mempersatukan Indonesia," ucapnya.

Pemerintah menginginkan rakyat Indonesia di pinggiran, di kawasan perbatasan, di pulau-pulau terdepan, di kawasan terisolasi, merasakan hadirnya negara. Merasakan buah pembangunan dan merasa bangga menjadi Warga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Pembangunan yang berkeadilan akan membuat kita semakin kuat dalam menghadapi persaingan global," ujar Presiden.




(UWA)