Jokowi Dorong Perempuan Pengusaha untuk Ekspor Produknya

Rudy Polycarpus    •    Selasa, 09 Oct 2018 07:01 WIB
ekspor
Jokowi Dorong Perempuan Pengusaha untuk Ekspor Produknya
Presiden Jokowi/MI/Panca Syurkani

Padang: Presiden Joko Widodo mendorong para perempuan pengusaha untuk memasarkan produknya hingga ke pasar-pasar di mancanegara. Dia yakin meningkatkannya ekspor dan investasi akan memperbaiki defisit neraca perdagangan dan neraca transaksi berjalan.

"Saya mengajak ibu-ibu semua agar berani mengarahkan produknya ke pasar ekspor. Enggak usah ragu karena pasar itu ada segmentasinya yang berbeda-beda. Ada segmentasi atas, tengah, dan bawah," kata Jokowi dalam sambutannya saat membuka Rapat Kerja Nasional ke-28 Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) 2018 yang digelar di Hotel Grand Inna, Kota Padang, Sumatera Barat, Senin, 8 Oktober 2018.

Jokowi meyakini produk-produk yang dihasilkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia tidak kalah bersaing. Hanya terkadang para pengusaha terjebak dalam pemikiran tujuan ekspor itu harus ke Amerika, Eropa, atau Jepang.

"Jadi yang namanya pasar ekspor itu kita selalu mikirnya harus Amerika, harus Eropa, harus Jepang, padahal pasar-pasar yang lain di Asia Afrika terbentang sangat luas dan produk-produk kita bisa bersaing dengan produk-produknya dari negara lain, harganya, kualitasnya," ujarnya.

Jokowi menuturkan itu setelah mengundang, Leni, salah seorang pengusaha wanita untuk berbagi cerita. Leni mengaku sudah mengeskpor produknya ke pasar-pasar ekspor nontradisional, yaitu negara-negara di Asia dan Afrika.

"Saya ekspor ke Afrika. Nigeria, Kamerun, Ghana, dan juga ke Korea, dan satu lagi saya masuk ke pasar Filipina Pak," ujar Leni.

Baca: Neraca Perdagangan Masih Defisit USD1,02 Miliar

Kepada Kepala Negara, dia menceritakan awal membuka usaha dengan berjualan sendiri memakai ransel. Kini ekspornya sudah puluhan ribu produk per satu kontainer yang nilainya ditaksir sebesar USD100 ribu. 

"Dan nanti bulan depan kami membuka market baru lagi yaitu di Kamerun. Grand Openingnya 27 November," ujar Leni.

Melihat banyaknya perempuan pengusaha yang sukses, Jokowi menyebut perempuan pengusaha lebih gigih, lebih ulet, lebih teliti, dan lebih perhitungan dari pengusaha laki-laki. Semua hal itu, menurutnya, merupakan modal besar pengusaha untuk sukses.

"Kalau pengusaha itu apa pun yang namanya berjualan menentukan harga pasti dihitung, dikalkulasi, cost-nya berapa, untung mau berapa, itu yg saya yakini," lanjut Jokowi.

Jokowi percaya Indonesia membutuhkan lebih banyak perempuan pengusaha jika ingin semakin maju ekonominya. Dalam menghadapi persaingan ekonomi ke depan, Indonesia membutuhkan semakin banyak pengusaha yang mampu membuka lapangan pekerjaan. Pengusaha yang tidak hanya kuat di pasar dalam negeri, tapi juga kuat untuk pasar-pasar ekspor.

"Ingat bahwa tulang punggung ekonomi kita adalah terbesar di Asia Tenggara. GDP kita terbesar di Asia Tenggara dan di dalamnya yang terbesar memang usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah. Yang di dalamnya lagi adalah pengusaha-pengusaha perempuan," ujarnya.

Jokowi juga mengajak para pengusaha untuk beradaptasi dalam menghadapi perubahan global cepat sebagai akibat dari revolusi industri 4.0. Khususnya, hal-hal seperti artificial intelligence, internet of thing, crypto currency, bit coin, hingga virtual reality.

"Kalau ini kita enggak mengerti, kita masih pakai cara-cara lama padahal dunia sudah berubah, hati-hati. Saya senang tadi Bu Nita menyampaikan sudah mulai mengajak para perempuan pengusaha untuk menjual produknya secara online, kalau kita ingin barang-barang kita terjual dengan cepat dengan harga yang baik," tandasnya.


(AZF)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA