Jokowi Dapat Gelar 'Petinggi yang Bercahaya'

Achmad Zulfikar Fazli    •    Selasa, 04 Dec 2018 14:28 WIB
presiden jokowi
Jokowi Dapat Gelar 'Petinggi yang Bercahaya'
Presiden Joko Widodo menerima Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau di Istana. Foto: Medcom.id/Achmad Zulfikar Fazli.

Jakarta: Presiden Joko Widodo akan mendapatkan gelar dari lembaga adat Melayu. Gelar itu akan disematkan saat Jokowi berkunjung ke Riau pada 15 Desember 2018.

Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Al Azhar, mengatakan pemberian gelar ini berdasarkan hasil musyawarah dan kesepakatan bersama pihaknya. Gelar itu sebagai tanda terima kasih atas perhatian Presiden kepada Riau.

"Nah, yang dapat kita lakukan oleh Lembaga Adat Melayu Riau itu yang tertinggi adalah memberikan gelar," kata Al Azhar usai bertemu Presiden Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 4 Desember 2018.

Gelar yang akan disematkan kepada Jokowi yakni Datuk Seri Setia Amanah Negara. Artinya, Jokowi dianggap sebagai seorang yang besar atau petinggi yang berseri-seri, bercahaya, dan memegang amanah negara yang dibebankan kepadanya. 

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian LAM Riau Datuk Syahril Abubakar menjelaskan asal usul pemberian gelar adat kepada Jokowi. Menurut dia, Jokowi selama ini sudah bekerja nyata untuk masyarakat Riau.

Salah satu hasil kerja Jokowi adalah menghilangkan asap kebakaran hutan dan lahan yang terjadi hampir 17 tahun. "Alhamdulillah sudah tiga tahun terakhir ini yang kita ketahui ini asap sudah tak ada lagi di negeri kami. Ini hal-hal yang menjadi dasar (pemberian gelar)," kata Syahril.

Syahril juga mengungkit keberhasilan Jokowi mengambil alih kepemilikan Blok Rokan, Riau, dari tangan perusahaan asing. Blok itu kini dipegang oleh PT Pertamina (Persero).

Baca: 70% Publik Sebut Kinerja Jokowi Memuaskan

Selain itu, dia juga mengapresiasi sertifikasi tanah kepada kelompok masyarakat. Hal itu sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 86 Tahun 2018 tentang Reforma Agraria.

Menurut dia, semua itu sudah lama diperjuangkan LAM Riau. Namun, selama 20 tahun, perjuangan itu tak menemui hasil.

"Dan di luar dugaan kami, pengakuan hari ini Tuan Presiden telah mengembalikan ke masyarakat adat dan sekaligus memberikan status sertifikat kepada tanah wilayah ini," kata dia.




(OGI)