Kalla Bantah Tudingan Pencitraan Prabowo

Dheri Agriesta    •    Selasa, 19 Sep 2017 05:05 WIB
konflik myanmarrohingya
Kalla Bantah Tudingan Pencitraan Prabowo
Wakil Presiden Jusuf Kalla. Foto: MTVN/Dheri Agriesta.

Metrotvnews.com, New York: Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyebut bantuan yang dikirimkan pemerintah Indonesia ke Rakhine, Myanmar, sebagai bentuk pencitraan. Tudingan ini dibantah Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Kalla mengatakan, pemerintah mencoba transparan kepada masyarakat terhadap tindakan yang diambil. Sehingga, masyarakat dapat melihat bentuk nyata bantuan yang diberikan kepada etnis Rohingya di Rakhine, Myanmar.

"Semacam pertanggungjawaban.Antara pencitraan dan informasi kan beda sedikit memang. Tapi tergantung niatnya," kata Kalla di New York, Amerika Serikat, Senin 18 September waktu setempat.

Kalla memastikan, pemerintah ingin masyarakat lega mengetahui secara jelas alokasi dana yang telah dikumpulkan. Toh, tindakan serupa ini tak hanya kali ini dilakukan. Pemerintah juga melakukan hal serupa saat menolong Afghanistan dan Pakistan.

"Pencitraan dalam artian positif kan boleh saja, supaya rakyat tahu, rakyat itu kalau membayar pajak atau menyumbang supaya tahu, apa yang Anda sumbangkan sudah sampai," tambah Kalla.

Kalla tak terbayang kritikan yang diterima pemerintah jika tak transparan. Ia sadar, tindakan yang diambil pemerintah ibarat memakan buah simalakama, "Serba salah ini, diam dikritik, terbuka juga dikritik."

Tapi, Kalla menyambut baik kritikan yang dilayangkan sejumlah pihak itu. Kritikan membuat pemerintah bekerja secara proporsional, tak berlebihan. Ia menegaskan, pemerintah tak berniat melakukan pencitraan dengan memperlihatkan bantuan terhadap etnis Rohingya di Myanmar.

"Pencitraan yang positif, sebagai pertanggungjawaban," tegas pria asal Makassar itu.

 


(DHI)