KPU Prioritaskan Hak Asasi Pemilih

Siti Yona Hukmana    •    Senin, 11 Jun 2018 13:36 WIB
pemilu serentak 2019
KPU Prioritaskan Hak Asasi Pemilih
Pemilu. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.

Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) memprioritaskan hak asasi manusia (HAM) para pemilih dengan melarang mantan narapidana korupsi menjadi calon legislatif (caleg). KPU yakin langkah yang dipilihnya benar. 

"HAM kan ada banyak pilihan. Ada HAM calonnya dan juga ada HAM pemilihnya, warga masyarakat kita. Nah, kami lebih memilih bagaimana mengedepankan perlindungan hak asasi warga negara yang selama ini menderita luar biasa," kata Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 11 Juni 2018.

Menurut dia, hak ekonomi, sosial, dan budaya telah dirampas oleh koruptor. Dia pun percaya sikap yang telah dipilih pihaknya arif kendati sempat ditentang Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rahmat Bagja.

"Kami memandang ini adalah peraturan yang paling bijaksana bagi strategi nasional kita dalam pemberantasan korupsi di Indonesia," ungkap Pramono.

Ia menilai pemberantasan korupsi harus dipangkas dari hulunya, yakni sejak proses rekrutmen. "Jadi orang-orang yang memang pernah terbukti bermasalah itu, ya harus kita cegah dia untuk masuk ke dalam sistem ini lagi," papar dia.

Baca: Yasonna: Institusi Jangan Arogan buat Aturan

Pramono menegaskan peraturan KPU (PKPU) mengenai larangan mantan napi koruptor menjadi caleg telah melalui pertimbangan yang matang. Ketidaksepakatan antarlembaga atau pihak lain pun akan diselesaikan di jalur hukum.

"Kita sudah menyusun peraturan itu dengan pertimbangan-pertimbangan yang matang, sudah melalui prosedur-prosedur formal. Maka itu, ketidaksepakatan juga harus melalui prosedur-prosedur formal. Mari kita selesaikan di jalur hukum yang memang telah disediakan oleh UU (undang-undang)," tutur dia.


(OGI)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA