Studi Banding Pansus RUU Pemilu Dinilai tak Bahas Inti Masalah

Whisnu Mardiansyah    •    Senin, 20 Mar 2017 22:57 WIB
revisi uu pemilu
Studi Banding Pansus RUU Pemilu Dinilai tak Bahas Inti Masalah
Peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Fadli Ramadhanil--Metrotvnews.com/ Meilikhah

Metrotvnews.com, Jakarta: Kunjungan angota Pansus RUU Pemilu ke Jerman dan Meksiko dinilai sia-sia. Pasalnya, kunjungan tersebut tak membahas soal substansi inti masalah dalam RUU Pemilu.

Peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Fadli Ramadhani mengatakan sejak awal kunjungan wakil rakyat ke Jerman dan Meksiko sudah mendapat banyak penolakan. Apalagi kunjungan hanya membahas soal sistem pemilu dan e-voting. 

"Jerman sebagai negara tujuan lawatan sia-sia. Dalam beberapa tahun terakhir Jerman sudah meninggalkan sistem pemilihan dengan e-voting," kata Fadli di acara Prime Time News Metro TV, Senin 20 Maret 2017.

Dia menilai, Indonesia saat ini belum membutuhkan sistem pemilihan e-voting. Lawatan itu pun belum menjawab problem permasalahan dalam pembahasan RUU Pemilu. 

Malah kata Fadli, Sistem Pemilu Indonesia lebih baik. "Sistem Pemilu di Indonesia mendapatkan apresiasi di dunia internasonal," ujar dia. 

Lawatan anggota Pansus juga dinilai tidak tepat. Sebab dilakukan di tengah proses pembahasan RUU Pemilu yang sedang berlangsung. 

Negara tujuan lawatan juga tidak sedang menyelenggarakan Pemilu. Seharusnya kata dia Pansus RUU Pemilu lebih fokus pada desain proses penyelenggaraan Pemilu serentak 2019 nanti. Hal ini menjadi tantangan besar yang harus segera disimulasikan.


(REN)