KIP: Lawan Hoax dengan Keterbukaan Informasi

Antara    •    Senin, 09 Jan 2017 13:59 WIB
hoax
KIP: Lawan <i>Hoax</i> dengan Keterbukaan Informasi
Ilustrasi--MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Salah satu faktor lahirnya hoax kerena buruknya lembaga-lembaga negara menyediakan informasi kepada publik. Komisi Informasi Pusat (KIP) mengatakan melawan hoax bukan hal yang sulit.

Berita bohong dapat dilawan dengan mengedepankan dan menjalankan prinsip keterbukaan informasi. "Munculnya fenomena hoax di masyarakat adalah akibat masih buruknya lembaga-lembaga negara dalam menyediakan dan menyampaikan informasi kepada publik," kata Komisioner Komisi Informasi Pusat (KIP) Yhannu Setiawan seperti dilansir Antara, Senin (9/1/2017).

Menurut Yhannu, tidak jarang informasi yang disediakan dan disampaikan justru tidak akurat, tidak benar, bahkan cenderung menyesatkan. Sehingga pemerintah seolah-olah menjadi sumber hoax itu sendiri.

Baca: Blokir Bukan Satu-satunya Jalan Tangani Berita Hoax

Apalagi, lanjutnya, informasi tersebut akan digunakan oleh pimpinan negara untuk mengambil kebijakan yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat.

Baca: Deklarasi Masyarakat Antihoax untuk Konten Lebih Sehat

Ia menginginkan jangan sampai pimpinan negara, apalagi presiden, menerima informasi yang tidak akurat, tidak benar, dan tidak mutakhir. Akibatnya bisa fatal karena kebijakan yang diambil presiden dinilai dapat menjadi bumerang sehingga berpotensi menjatuhkan wibawa pemerintah.

"Untuk mengurangi dampak dari hoax, tim pengelola informasi dan dokumentasi dengan juru bicara dari setiap lembaga negara wajib sinkron dan juga proaktif mengisi berbagai saluran komunikasi yang akrab digunakan oleh masyarakat," katanya.



Hal tersebut dinilai penting agar semua lembaga menggunakan data yang akurat, benar, aktual dan satu suara. Semua informasi yang dikuasai pemerintah sepanjang itu tidak dikecualikan, harus disampaikan kepada publik sejelas-jelasnya. "Sebab itu adalah bagian dari keterbukaan informasi atau lebih dikenal dengan istilah transparansi," kata Yhannu.


(YDH)