Tujuan Nurdin Halid Menemui Jokowi di Istana

Achmad Zulfikar Fazli    •    Senin, 05 Jun 2017 14:26 WIB
jokowi
Tujuan Nurdin Halid Menemui Jokowi di Istana
Nurdin Halid. Foto: MI/Susanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo diundang menghadiri Kongres Dewan Koperasi Indonesia di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 12 Juli. Undangan tersebut disampaikan pengurus Dekopin dalam pertemuan dengan Presiden di Istana Merdeka.

"Pimpinan Dekopin beraudiensi dengan bapak Presiden berkaitan 12 Juli itu, 70 tahun gerakan koperasi Indonesia. Kita mengundang bapak Presiden untuk hadir seperti tahun-tahun sebelumnya di puncak Hari Koperasi Nasional," kata Ketua Dekopin Nurdin Halid di Kantor Presiden, Jakarta, Senin 5 Juli 2017.

Nurdin juga menyampaikan Kongers Koperasi Indonesia sangat fundamental. Sebab, kegiatan itu tak dilaksanakan selama 64 tahun.

"Kongres Koperasi Indonesia itu dimulai 12 Juli 1947, dan kemudian pada 1953 di Bandung, dari 1953 kurang lebih 64 tahun itu tidak pernah lagi ada Kongres Koperasi," ujar dia.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu mengatakan, tujuan Kongres Koperasi Indonesia adalah mengupayakan rekomitmen kembali bangsa Indonesia terhadap pembangunan ekonomi nasional. Terutama, koperasi sebagai saka guru ekonomi.

Ia menjelaskan, sesuai amanat undang-undang ada tiga fungsi utama koperasi Indonesia, yaitu sebagai lembaga perjuangan cita, nilai, dan prinsip koperasi yang mewakili gerakan koperasi Indonesia di dalam dan luar negeri.

"Nah yang ketiga sebagai mitra pemerintah di dalam membangun koperasi," ucap dia.

Penasihat Dekopin Burhanudin Abdullah mengatakan, Kongres Koperasi Indonesia dilaksanakan untuk penegasan kembali komitmen bangsa ini untuk membangun perekonomian yang lebih berkeadilan. Sebab, ia melihat masalah Indonesia saat ini adalah kesenjangan dan kemiskinan.

Bukan hanya Indonesia, kata dia, masalah tersebut juga dialami negara-negara maju lain. Karena itu, lanjut dia, pada waktu PBB mencanangkan Millennium Development Goals MDG's, lembaga internasional itu berharap koperasi punya peran besar dalam memangkas kesenjangan.

Sehingga, pada 2012, PBB menyatakan sebagai tahun koperasi dan berakhir di tahun 2015, lalu masuk mengganti program PBB dengan SDG atau Sustainable Development Goals. Program tersebut, kata dia, diharapkan peran koperasi dalam mengatasi kesenjangan ini semakin intensif.

"Karena itu, bagi Indonesia yang mengalami persoalan sama, peran koperasi seharusnya ditegaskan dan diperbesar," kata Burhanudin.

Kongres Koperasi Indonesia akan dihadiri para pelaku usaha, pihak BUMN, pihak perbankan, konglomerat serta koperasi-koperasi yang bertaraf internasional.

Ia menambahkan, dalam kongres tersebut, pihaknya akan berembuk membicarakan tentang komitmen kebangsaan ini agar tercipta kembali. Kemudian, berjalan ke masa depan dengan tingkat perekonomian yang lebih stabil yaitu perkonomian berkeadilan, bukan sering membuat resah.


(TRK)

Setnov Datangkan Tiga Saksi Ahli di Sidang Praperadilan

Setnov Datangkan Tiga Saksi Ahli di Sidang Praperadilan

47 minutes Ago

Setya Novanto mendatangkan tiga saksi ahli di praperadilan mulai dari ahli pidanadari Universit…

BERITA LAINNYA