Perkuat Posisi Tawar, Indonesia Harus Bangun Kekuatan Maritim

Anindya Legia Putri    •    Kamis, 14 Sep 2017 17:55 WIB
berita dpd
Perkuat Posisi Tawar, Indonesia Harus Bangun Kekuatan Maritim
Pelabuhan di Papua. Antara Foto

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua DPD Nono Sampono membuka focus group discussion (FGD)  dengan tema Kemitraan Strategis Daerah dan Luar Negeri dalam Memperkuat Diplomasi Ekonomi RI dan Pembangunan Daerah.

Nono menyampaikan, ada tiga cara agar Indonesia mempunyai peran strategis, yakni menjaga kawasan ASEAN agar tidak masuk dalam wilayah konflik, menjamin keamanan dan kelancaran arus pelayaran di perairan Indonesia khususnya dari dan ke Laut Cina Selatan, diplomasi maritim dengan mengedepankan saling percaya dan kerja sama yang saling menguntungkan demi kepentingan bersama di kawasan.

"Untuk hal-hal tersebut, Indonesia perlu memperkuat posisi tawar dengan membangun kekuatan maritim (ekonomi dan militer)," kata Nono, Kamis 14 September 2017.

Hadir dalam FGD tersebut Wakil Ketua DPD Nono Sampono, Wakil Ketua BKSP DPD GKR Ayu Koes Indriyah, Duta Besar (Dubes) Kerajaan Arab Saudi, Dubes Qatar, Wakil Dubes Brasil, Wakil Dubes Mexico, Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri,

Kemudian, ada Deputi Menteri PPN/Kepala Bappenas Bidang Pendanaan Pembangunan, Deputi Kepala Bidang Promosi Penanaman Modal, Badan Koordinasi Penanaman Modal, perwakilan Dubes Inggris dan Irlandia Utara, perwakilan Korea International Cooperation Agency, perwakilan United Nations Development Program, serta perwakilan Taipeh Economic and Trade Office.

Senator asal Bali Arya Wedakarna menyampaikan, kesimpulan FGD kali ini adalah daerah dapat melakukan kerja sama internasional dengan prinsip mendukung penyelenggaraan pembangunan nasional dan daerah serta pemberdayaan masyarakat.

"Untuk pengembangan kerja sama daerah perlu adanya peran pemerintah pusat dalam penanganan keamanan dan terorisme, menyederhanakan banyaknya pihak yang harus dihubungi dalam berinvestasi," papar Arya.


(TRK)