Fahri Ingin Kompleks DPR di Kalibata Dikosongkan

M Rodhi Aulia    •    Kamis, 10 Aug 2017 13:27 WIB
dpr
Fahri Ingin Kompleks DPR di Kalibata Dikosongkan
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Foto: Antara/Yudhi Mahatma

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mencita-citakan tempat tinggal anggota DPR dekat dengan kantor DPR, Senayan, Jakarta. Fahri berharap kompleks perumahan anggota DPR, Kalibata, Jakarta, dikosongkan.

"Mereka tinggal dekat sini, tidak perlu tinggal di Kalibata. Ongkosnya lebih mahal, biayanya lebih besar, makan tanah yang lebih besar juga, kalau mereka di (semacam) apartemen (dalam kompleks parlemen), jadi lebih simple," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 10 Agustus 2017.

Fahri membicarakan penataan kawasan kompleks parlemen yang ideal. Ia ingin anggota Dewan tidak lagi menjadikan macet sebagai alasan keterlambatan hadir.

"Karena jalan kaki dari Taman Ria (kawasan Senayan) ke sini," ucap dia.

Menurut Fahri, Taman Ria itu milik negara. Pemerintah bisa menjadikan lahan taman itu di antaranya untuk pembangunan tempat tinggal anggota parlemen.

"Kemarin kita gagalkan karena mau bikin mal di Taman Ria itu. Kita agak menolak. Bagaimana kalau itu dibiarkan menjadi bagian konsep penataan kawasan," ucap dia.

Adapun nasib lahan di Kalibata, Fahri mempersilakan Sekretariat Negara yang menanganinya lebih lanjut. Namun kompleks parlemen ke depan harus terintegrasi antara kantor dengan tempat tinggal.

Fahri menuturkan konsep penataan kawasan ini telah dipidatokan sejak 2015. Fahri pun mengklaim pemerintah telah menyetujui konsep ini.

"Setuju. Enggak ada masalah. Bung, Anda jangan melihat sekarang dong. Kita lihat masa depan demokrasi kita. Apalagi saya bicara, tanah Slipi kosong. Itu kan negara bisa menggunakannya untuk kepentingan yang lain. Daripada beli tanah dari orang, beli gedung dari orang, mendingan pakai tanah negara," beber dia.

Fahri tidak ingin lagi perdebatan di tengah masyarakat yaitu soal parfum, toilet dan lain-lain. Fahri juga mengingatkan bahaya jika ada yang menilai DPR tidak lagi penting dalam sistem demokrasi.

"Ini jantung persoalan kita yang kita perjuangkan. Jadi jangan dianggap main-main. Jangan dianggap tidak penting. Bahaya lho. Kembalinya otoritarianisme itu pelan-pelan, ketika menganggap DPR itu tidak penting. Hati-hati lho," ucap dia.

Fahri menegaskan penataan kawasan ini merupakan infrastruktur demokrasi, bukan pribadi. Fahri secara pribadi, juga tidak mungkin sempat menikmatinya.

"(Penataan kawasan parlemen) sudah dipidatokan. Sudah diprioritaskan. Sudah dibicarakan dengan pemerintah. Jadi ini demokrasi. Saya sudah menyatakan, saya mau jadi marbot. Tapi ini bukan buat kita. Ini untuk infrastruktur demokrasi," kata dia.


(MBM)

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

KPK Bakal Pelajari Pernyataan Miryam

1 day Ago

Miryam S. Haryani yang menyebut ada pertemuan anggota Komisi III DPR dengan pejabat KPK setingk…

BERITA LAINNYA