WNI Diperdagangkan Rp400 juta per Orang ke Tiongkok

M Sholahadhin Azhar    •    Rabu, 19 Sep 2018 13:22 WIB
perdagangan manusia
WNI Diperdagangkan Rp400 juta per Orang ke Tiongkok
Perdagangan manusia. Ilustrasi: Medcom.id/Syahmaidar.

Jakarta: Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengadvokasi 16 perempuan Indonesia (WNI) yang menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Tiongkok. Para korban ini masih berada di 'Negeri Tirai Bambu' dalam kondisi disekap.

"Berdasarkan pengakuan korban, mereka diperjualbelikan oleh calo atau agen perusahaan. Dengan nilai Rp400 juta per orang," kata Koordinator Jaringan Advokasi Rakyat PSI Muannas Alaidid di DPP PSI, Jakarta Pusat, Rabu, 19 September 2018.

Menurut dia, para korban yang berasal dari Purwakarta, Subang, Bandung, Tangerang, dan Tegal diberangkatkan pada Mei 2018 dan dijanjikan bekerja sebagai penjual kosmetik. Namun, mereka malah dinikahkan dengan pria setempat yang telah 'membelinya'. 

Pernikahan itu, kata Muannas, dilakukan dengan surat izin orang tua yang dipalsukan oleh agen. Selain itu, 16 korban diancam akan menerima kekerasan jika menolak.

"Ketika pernikahan terjadi, para korban juga tidak pernah dinafkahi. Kekerasan seksual juga terjadi secara terus menerus pada korban," ujar Muannas.

Informasi ini, kata dia, didapat setelah orang tua dan kerabat korban melakukan panggilan video. Para korban berhasil menyembunyikan gawai dan memanfaatkan jaringan internet gratis di Tiongkok. 

Muannas menyebut para korban kerap menangis dan meminta dipulangkan. Pasalnya, mereka diperlakukan secara tidak manusiawi setelah 'dibeli' oleh warga setempat.

Baca: 11 WNI Terjerat Perdagangan Manusia di Tiongkok

Nur Hidayat, 59, orang tua salah satu korban membeberkan kronologi anaknya bisa berada di Tiongkok. Pada Mei 2018, korban pamit ke Nur untuk bekerja sebagai penjual kosmetik di Jakarta bersama seseorang bernama Vivi. Namun, korban malah diterbangkan ke Tiongkok.

"Terakhir dua hari lalu, saya meneleponnya. Dia nangis minta pulang," kata Nur.

Sementara itu, Vivi sudah ditangkap polisi melalui laporan Nur. Pada 5 Juli 2018, orang tua korban meminta Vivi mendatangi rumahnya di Purwakarta dan pelaku menyanggupi. Vivi meminta tanda tangan Nur untuk surat dokumen terkait M.


(OGI)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

6 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA