Wanda Hamidah, bukan Anggota Legislatif Biasa

Prita Daneswari    •    Selasa, 16 Sep 2014 14:12 WIB
wanda hamidah
Wanda Hamidah, bukan Anggota Legislatif Biasa
Wanda Hamidah. MI/Angga Yuniar

Metrotvnews.com, Jakarta: Wanda Hamidah adalah satu dari sekian selebritas berparas menawan yang menggeser pandangan dan jalan hidup dari gemerlapnya dunia hiburan ke kerasnya perpolitikan di Tanah Air.

Malah, Wanda yang kini menginjak usia 36 tahun itu lebih dikenal dengan kontribusinya di dunia politik ketimbang aktris atau model. Padahal, dengan modal paras cantiknya, Wanda lebih dulu merintis karier di dunia model. Bahkan sejak duduk di bangku SMP, wajahnya sudah wara-wiri di berbagai sampul majalah serta iklan.

Lalu masih ingatkah Anda? Bersama delapan model lain yang tengah ngetop di era 1990-an seperti Dewi Sandra, Ine Febrianti, Karina Suwandi, Clara Nelly, dan Farra Diana, Wanda juga tampil dalam videoklip bertajuk Menari-nari.

Namun, dengan latar belakang keluarga keluarga yang aktif dalam dunia pergerakan, sejak kecil Wanda memang sudah tertarik dengan isu politik. Ia pun terbiasa membaca koran dan menonton acara Dunia Dalam Berita untuk mengetahui kabar termutakhir.
 
Otomatis, memasuki dunia perkuliahan di Fakultas Hukum Universitas Trisakti pun, aktivitas berorganisasi menjadi ketertarikan wajib bagi Wanda. Ia sempat menjadi Ketua BPM Universitas Trisakti (Student Representatives Board) pada 1998-1999. Menjadi salah satu saksi mata dari insiden penembakan mahasiswa Trisaksi pada 1998 sepertinya semakin menguatkan ketertarikan Wanda untuk terjun langsung ke dalam pemerintahan.

Hingga pada 2006, Wanda memantapkan langkah memasuki dunia politik dengan bergabung bersama partai besutan Amien Rais, Partai Amanat Nasional (PAN). Kala itu, dalam struktural PAN yang diketuai Sutrisno Bachir, Wanda dipercaya menjadi bendahara partai selama 2006-2010.

Di sela-sela itu, Wanda juga menjabat Wakil Sekjen Komnas Perlindungan Anak dan anggota Lembaga Hukum Madani Professionals Community. Juga, Ketua Yayasan Azzahra yakni yayasan yang dibentuknya untuk memberikan beasiswa bagi anak putus sekolah. Ia juga menerima penghargaan sebagai Artis Peduli Hukum dan HAM dari Menkumham pada April 2008. Menerima Penghargaan Badan Pembinaan Hukum Nasional Departemen Hukum dan HAM RI pada acara Legal Voice, Jakarta Agustus 2009.

Pada pilkada 2012, Wanda bahkan sempat hendak mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta. Alasannya? "Saya ingin memanusiawikan jabatan," ucapnya kala itu.

Nama Wanda yang selalu bersih dengan segudang prestasinya tersebut sempat tercoreng saat dirinya tiba-tiba menjadi salah satu selebritas yang ikut ditangkap dalam penggerekan di rumah Raffi Ahmad. Kala itu, bermacam-macam sangkaan publik menghujani dirinya, mulai dari turut menjadi pemakai narkoba hingga memiliki hubungan khusus dengan Raffi Ahmad yang berusia jauh lebih muda darinya. Namun, setelah dinyatakan bersih dan tidak terlibat narkoba, Badan Narkotika Nasional (BNN) justru mengangkat Wanda Hamidah sebagai Duta Peduli Korban Narkoba pada 30 Januari 2013.

Kini, ibunda Shalima, Alfath dan Rashad itu menjabat anggota DPRD DKI Jakarta periode 2009-2014 dan duduk di komisi E 2009-2013 lalu komisi A 2013-2014 dan terpilih menjadi Ketua Fraksi Amanat Bangsa periode 2009-2010.

Wanda memang bukan anggota legislatif biasa. Meski berlatar belakang dunia hiburan, sikap dan perilaku Wanda memang berbeda dengan kebanyakan artis yang kini juga terjun ke dunia politik. Di saat anggota legislatif lain ingin memperpanjang masa jabatannya, Wanda Hamidah malah memutuskan tidak akan mencalonkan diri lagi di Pemilu 2014. Salah satu penyebabnya ia merasakan dilema antara mengikuti keputusan kebijakan politik partai atau mengedepankan terpenuhinya mandat dan aspirasi kemauan dari masyarakat.

Hingga pada Senin (15/9/2014), kebersamaan Wanda bersama Partai Amanat Nasional (PAN) mesti berakhir. PAN memecat Wanda secara resmi karena ia terbukti mendukung dan melakukan kampanye bagi pasangan capres Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Wanda tidak menampiknya. Bahkan saat masa kampanye Pilpres 2014, Wanda turut tampil dalam video berdurasi 60 detik memberikan bukti konkret tentang kinerja Jokowi sebagai Gubernur DKI. Salah satu hal yang diacungi jempol oleh Wanda adalah berani menghentikan pembangunan mal di Jakarta.

Wanda mengaku dirinya sedih harus meninggalkan partai yang telah bersamanya selama 16 tahun, tapi ia enggan terus larut dalam perasaan tersebut. Tidak butuh waktu lama, kini semangat Wanda malah bangkit berjuang melawan elite politik yang ia sebut 'jahat'.(Berbagai sumber)  

 


(PRI)

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

KPK Periksa Eks Pejabat Kemendagri terkait KTP-el

2 weeks Ago

KPK memanggil Sekretaris Direktur Jenderal Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Neg…

BERITA LAINNYA