Kader Terjaring OTT, Golkar Terpaksa Putar Otak

Achmad Zulfikar Fazli    •    Rabu, 14 Feb 2018 13:51 WIB
OTT Bupati Subang
Kader Terjaring OTT, Golkar Terpaksa Putar Otak
Wasekjen Golkar Dave Laksono/MI/Angga Yuniar

Jakarta: Partai Golkar harus kembali putar otak untuk meraih kemenangan pada Pemilihan Bupati Jombang dan Subang. Dua calon bupati yang diusung partai beringin di daerah itu terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Bupati Subang Imas Aryumningsih tertangkap tangan oleh tim KPK terkait kasus suap perizinan, Selasa malam, 13 Februari 2018. Penangkapan Imas hanya berselang hitungan pekan setelah Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko dicokok, Sabtu, 3 Februari 2018 yang diduga menerima suap dari Plt Dinas Kesehatan Jombang Inna Selistyawati.

"Ini yang membuat kita pusing Nyono dan Imas ini ingin maju di Pilkada. Jadi ini harus ada strategi khusus," kata Wasekjen DPP Golkar Dave Laksono di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 14 Februari 2018.

Baca: Bupati Subang bakal Diberhentikan Sementara dari Golkar

Anggota Komisi I DPR itu menegaskan Golkar harus menyusun strategi karena dua kader yang sama-sama calon petahana tersebut tak bisa diganti pada Pilkda 2018.

"KPU tidak boleh mengganti calon, maka itu harus ada kepastian," tegas dia.

Imas ditangkap bersama tujuh orang lain dari unsur Pemkab Subang dan pihak swasta. Delapan orang itu sudah berada di KPK untuk dimintai keterangan.

KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk memastikan status mereka yang dicokok. Hingga saat ini, pemeriksaan masih berlangsung.

Baca: Bupati Subang Dijanjikan Duit Miliaran

Berdasarkan penelusuran laman acch.kpk.go.id, harta kekayaan politikus Golkar itu terdiri dari benda bergerak dan tidak bergerak. Total harta kekayaan Imas tercatat mencapai Rp50,9 miliar yang merupakan hasil laporan pada 26 September 2016.

Golkar tinggal menunggu pengumuman resmi KPK soal status hukum Imas. Dave menegaskan, Golkar tetap memegang slogan partai bersih.

Putra Ketua Dewan Pakar Golkar Agung Laksono itu mengatakan Imas dipastikan diberhentikan sementara sebagai Ketua DPD Golkar Subang bilsa sudah berstatus tersangka.




(OJE)