Pengamat: Kebersamaan Jokowi-Muhaimin Bisa Dimaknai Banyak

   •    Rabu, 03 Jan 2018 07:25 WIB
pilpres 2019
Pengamat: Kebersamaan Jokowi-Muhaimin Bisa Dimaknai Banyak
Presiden Jokowi (kiri) bersama Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar. Foto: Medcom.id/Achmad Zulfikar Fazli.

Jakarta: Kebersamaan antara Presiden Joko Widodo dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) saat meresmikan kereta bandara, Selasa, 2 Desember 2017, penuh simbol. Pengamat Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Lili Romli mengatakan kebersamaan itu bisa dimaknai macam-macam.

"Bisa dimaknai karena memang untuk maju dalam pilpres (pemilihan presiden). Pak Jokowi kan belum ada pendampingnya karena tak mungkin sama Pak Jusuf Kalla lagi," kata Lili, dalam keterangan tertulis, Rabu, 3 Desember 2017. 

Ia mengatakan kebersamaan itu juga bisa dimaknai sebagai penjajakan. "Dan itu wajar dilakukan Jokowi karena memang harus mendekati semua tokoh. Apalagi, Muhaimin salah satu tokoh partai berbasis Islam yang selama ini berkoalisi dengan pemerintah," ucapnya. 

Menurut dia, dua partai berbasis Islam, PKS, dan PAN sudah jelas akan memberikan dukungannya kepada Prabowo Subianto. Kemudian, PPP masih dihadapkan dengan masalah internal. Dan satu-satunya partai berbasis Islam yang paling memungkinkan untuk dirangkul Jokowi adalah PKB yang saat ini masih solid. 

"Daripada khawatir dia (Cak Imin) menyeberang ke tempat lain, maka Jokowi merangkulnya. Bisa juga dalam konteks mempromosikan," katanya.

Baca: Jokowi Sebut Muhaimin Bagus Diusulkan jadi Cawapres

Ia melihat sosok Cak Imin cukup pantas untuk mendampingi Jokowi. Karena, menurutnya, Cak Imin mempunyai pengalaman politik yang panjang. Ia pernah menjadi pimpinan DPR termuda dan menteri di era Susilo Bambang Yudhoyono. 

"Dia juga tokoh yang diterima banyak kekuatan Islam karena dianggap pluralis. Basis dukungan Islam ini penting untuk mengurangi tensi politik identitas dan isu SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan)," kata Lili.




(UWA)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA