Bawaslu DKI Bantah Melanggar Etik

Muhammad Al Hasan    •    Kamis, 06 Dec 2018 10:11 WIB
pilpres 2019pemilu serentak 2019
Bawaslu DKI Bantah Melanggar Etik
Anggota Bawaslu DKI, Puadi. Foto: Medcom.id/Faisal.

Jakarta: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta membantah melanggar etik. Pernyataan persnya soal tidak adanya pelanggaran kampanye saat reuni 212 diklaim sesuai fakta.
 
"Kita sudah menjalankan tugas dan melakukan pencegahan. Kami memastikan ke panitia tidak ada alat peraga (kampanye). Saya juga turun ke lapangan dan malamnya kita begadang," kata Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta, Puadi kepada Medcom.id, Rabu, 5 Desember 2018.
 
Ia menegaskan pantauannya ini bukan keputusan sepihak, sentra penegakan hukum terpadu (Gakkumdu) juga menyebut tak ada pelanggaran kampanye di reuni 212.
 
"Ini pun diamini oleh polisi Gakkumdu. sudah diamini, polisinya sama saya keliling di Monas. Tidak ada temuan tidak ada dugaan pelanggaran," ujar dia.
 
Puadi yakin keputusannya sudah tepat. Pasalnya, bila merujuk UU Pemilu, reuni 212 tidak memenuhi unsur-unsur kampanye.
 
"Bisa dilihat di Pasal 1 butir 35. Ada alat peraga kampanye? Ada lambang kampanye? Ada lambang partai atau nomor urut tidak? Okelah Pak Prabowo (calon presiden Prabowo Subianto) sambutan, sekarang dia menyampaikan visi misi tidak? Kita harus objektif, kalau sambutan dia tidak menyampaikan visi misi masa harus kita simpulkan itu pelanggaran? Fatal dong," kata dia.

Baca: Fadli: Tak Masalah Reuni 212 Bermuatan Politik

Puadi mempersilakan pihak yang merasa tidak puas melapor melalui peraturan yang berlaku. Namun, pelapor harus membawa alat bukti yang cukup.
 
"Silakan lapor membawa alat bukti. Kita lakukan kajian apakah kegiatan reuni itu ada unsur kampanye atau tidak," katanya.




(FZN)