Batalnya Kenaikan Harga BBM Disinyalir Kecewakan Oposisi

Whisnu Mardiansyah    •    Kamis, 11 Oct 2018 15:06 WIB
bbmpilpres 2019
Batalnya Kenaikan Harga BBM Disinyalir Kecewakan Oposisi
Arsul Sani--Medcom.id/Dheri Agriesta

Jakarta: Batalnya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium disinyalir mengecewakan oposisi. Sebab, mereka batal menjadikan isu ini untuk menyerang pemerintah.

"Barang kali yang di luar kubu pemerintahan kan kecewa enggak jadi naik. Enggak ada gorengan besar," kata Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 11 Oktober 2018.

Menurut Arsul, kenaikan harga BBM bersubsidi jenis premium masih sebatas usulan dari Pertamina dan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). Keputusan final naik atau tidaknya ada di tangan presiden.

"Presiden sebagai penanggung jawab APBN, kenapa kok harus disetujui finalnya? Karena akan memengaruhi jumlah sibsidinya kan. Kalau kemudian itu tidak dinaikan kan berarti logikanya subsidinya yang harus dinaikan, tapi presiden enggak setuju," jelas Arsul.

Saat ini pemerintah sedang memikirkan tambahan alokasi subsidi BBM tanpa harus menaikan harga. Kata Arsul pemerintahan Jokowi punya pertimbangan sendiri membatalkan kenaikan harga BBM.

"Sekarang fokusnya Pak Jokowi stabilitas harga dulu. kalau stabilitas harganya itu belum selesai dikerjakan dan dinaikan dan kenaikan itu pasti mendorong kenaikan harga (bahan pokok)," kata Arsul.

Padahal saat ini stabilitas harga bahan pokok saat ini cukup terjaga. Batalnya kenaikan harga BBM demi menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. "Kan lihats aja baru di puasa dan lebaran ini tidak ada gejolak yang luar biasa," ujarnya.


(YDH)