Jokowi Masih Punya 1,5 Tahun Realisasikan Janji Kampanye

Lukman Diah Sari    •    Minggu, 03 Dec 2017 19:08 WIB
surveijokowi-jk
Jokowi Masih Punya 1,5 Tahun Realisasikan Janji Kampanye
Kepala Deputi IV Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Staf Kepresidenan Eko Sulistyo. Medcom.id/Lukman Diah Sari.

Jakarta: Organisasi Kesejahteraan Rakyat (Orkestra) merilis survei yang memperlihatkan sebanyak 21 persen responden menilai Presiden Joko Widodo tak merealisasikan janji kampanye. Dari survei itu, hanya 11 persen responden yang merasa janji kampanye terpenuhi.

Kepala Deputi IV Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Staf Kepresidenan Eko Sulistyo tak khawatir dengan fakta itu. Eko menganggap fakta itu sebagai masukan buat pemerintah.

"Dalam rentan sisa waktu 1,5 tahun, kita mengharapkan Presiden dan menterinya yang berasal dari partai politik supaya bisa memanfaatkan waktu dengan program yang bisa menambah elektabilitas," ujar Eko dalam rilis survei Organisasi Kesejahteraan Rakyat (Orkestra) bertajuk Evaluasi Kinerja Pemerintah dan Mengukur Elektabilitas Capres di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu 3 Desember 2017. 

Eko menyebut, Jokowi merupakan petahana dalam Pilpres 2019. Posisi ini, kata dia, seharusnya bisa dimanfaatkan. Jokowi seharusnya punya pola kampanye yang berbeda dibanding Pilpres 2014.

Eko menilai, petahana tak perlu kampanye seperti calon penantang lain. Toh, masyarakat akan melihat hasil kerja selama periode pertama.

Dalam kondisi ini, Presiden Jokowi tentu tak bekerja sendiri. Jokowi dibantu 34 menteri yang tergabung dalam Kabinet Kerja. Eko menegaskan, selama sisa satu setengah tahun pemerintahan, para menteri harus membuat kebijakan yang baik dan benar.

"Sisa waktu untuk berikan arahan konkret dan kebijakan para menteri tak gerus elektabilitas," jelas Eko. 

Sementara itu, Direktur Polcomm Institute Heri Sulistyo menilai, faktor janji kampanye yang belum lunas akan krusial di masa depan. Karena, isu ini bisa digunakan para penantang.

"Apalagi perkembangan media sosial sejak Pilkada DKI ke Pilpres. Ini pertarungan di media sosial lebih dasyat, bisa muncul meme lucu tapi meledek," terang Heri. 

Survei ini menggunakan metode penarikan sampel acak bertingkat dengan memerhatikan urban dan proporsi antara jumlah sampel dan jumlah penduduk di tiap provinsi. Responden berjumlah 1.300 orang yang merupakan warga berusia minimal 17 tahun berdasarkan aspek gender, geografi, sosio kultural, sosio ekonomi, dan ideologi politik. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara langsung dan kuesioner.

Tingkat kepercayaan pada survei 95 persen dengan margin of error kurang lebih 3 persen.


(DRI)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA