Ketua Fraksi Gerindra Anggap Marsekal Hadi Minim Pengalaman

Ilham wibowo    •    Rabu, 06 Dec 2017 01:05 WIB
panglima tni
Ketua Fraksi Gerindra Anggap Marsekal Hadi Minim Pengalaman
Calon Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto - ANT/Rosa Panggabean.

Jakarta: Ketua Fraksi Gerindra Ahmad Muzani menilai calon Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto masih tergolong minim pengalaman. Hadi yang yang belum genap setahun sebagai Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) pun dinilai tak memiliki prestasi yang luar biasa selama karirnya.

"Sebagai Kepala Staf AU saya kira beliau belum terlalu lama jabatannya di situ. Menurut saya tak ada prestasi yang luar biasa, tak ada juga ide-ide yang luar biasa, tapi sebagai seorang prajurit beliau cukup baik," kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Selasa 5 Desember 2017.

Posisi Hadi sebagai pimpinan tertinggi di jajaran TNI AU tersebut dilantik oleh Presiden Joko Widodo pada 18 Januari 2017. Menurut Muzani, Fraksi partai Gerindra, sejauh ini belum dapat menentukan sikap tegas untuk mendukung. Pilihan Presiden Jokowi menaikan status Hadi menjadi calon Panglima TNI akan diuji dalam tahapan fit and proper test Komisi I DPR.

Namun demikian, keputusan Presiden Jokowi merekomendasikan Hadi ke meja DPR tetap mesti dihormati. Siapapun nama calon Panglima TNI yang dipilih, kata dia, merupakan hak prerogatif presiden.

"Itu hak prerogatif presiden, dan kami sangat hormati itu. Buat kami siapapun yang ditunjuk tak ada masalah, itu hak prerogatif presiden," ujarnya.

Muzani menambahkan, Panglima TNI merupakan jabatan yang sangat strategis. Hadi pun diminta wajib untuk mampu mengendalikan seluruh pasukan bersenjata demi kepentingan negara.

"Besok kita akan mendengar, mencermati, memperdalam atas apa dan bagaimana pandangan beliau. Atas itu kami akan ambil sikap atas pandangan-pandangan Pak Hadi," ungkap Muzani.


(LDS)

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

Kuasa Hukum Novanto Sebut Dakwaan KPK Bermasalah

1 day Ago

Pengacara terdakwa kasus korupsi KTP-el Setya Novanto, Maqdir Ismail menuding dakwaan milik KPK…

BERITA LAINNYA