Fahri Hamzah Anggap Pemecatan Dirinya Salah Rute

Ilham wibowo    •    Kamis, 14 Dec 2017 15:11 WIB
pks
Fahri Hamzah Anggap Pemecatan Dirinya Salah Rute
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah/MTVN/M. Rodhi Aulia

Jakarta: Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah menganggapi santai sikap Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang meminta dirinya mundur dari pimpinan DPR. Fahri berpatokan pada putusan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan yang memenangkan dirinya.

"PKS memecat (Fahri dari pimpinan DPR) rutenya salah," tegas Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 14 Desember 2017.

Fahri menilai dirinya masih sah sebagai kader PKS berikut seluruh  jabatan yang melekat. Keputusan memenangkan gugatan Fahri tercantum dalam  Nomor Perkara 214/Pdt.G/2016/PN JKT.SEL. Fahri meminta PKS dan semua pihak menunggu putusan banding sebelum mengambil langkah selanjutnya.

"Pemecatan itu kan ditolak pengadilan dan mengatakan kembalikan posisi Fahri Hamzah sebagai kader PKS, sebagai anggota DPR, malah pimpinan DPR disebut di pengadilan," beber Fahri.

Fahri menilai surat dorongan pemecatan dirinya yang dilayangkan kepada pimpinan DPR bisa dipatahkan. Upaya DPP PKS bakal sia-sia.

"Kita mesti ikut itu karena pengadilan adalah hukum. Semua sudah ada jadwalnya, hidup kita ini jangan dibikin neko-neko, santai saja," ucap Fahri.

Dorongan pemecatan Fahri muncul saat penutupan masa sidang paripurna DPR, Senin, 11 Desember 2017.  DPP PKS mengusulkan Pergantian Antar Waktu (PAW) dengan mengirim surat bernomor 509/EXT-FPKS/DPRRI/XII/2017 kepada Pimpinan DPR.

PKS mengusulkan anggota Fraksinya, Ledia Hanifa Amaliah, sebagai pimpinan DPR menggantikan Fahri. Dalam surat itu, Fraksi PKS juga menganggap pergantian Fahri sesuai Peraturan Nomor 1 Tahun 2014 tentang Tatib DPR.


(OJE)