Presiden Ingin Pemda Mendanai Program Padat Karya Tunai

Achmad Zulfikar Fazli    •    Jumat, 13 Apr 2018 18:51 WIB
Padat Karya
Presiden Ingin Pemda Mendanai Program Padat Karya Tunai
Presiden Joko Widodo meninjau program padat karya tunai di Kampung Kokoda, Kelurahan Klasabi, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong. Foto: Biro Pers Setpres

Sorong: Presiden Joko Widodo berharap pemerintah daerah mau mendanai program padat karya tunai melalui Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah (APBD). Program padat karya selama ini dilaksanakan oleh pemerintah melalui beberapa kementerian.

"Saya tadi pesan ke Pak Gubernur, kalau bisa yang dari APBD provinsi dan APBD kabupaten/kota itu juga bisa dilaksanakan sebagian dengan padat karya agar membuka lapangan pekerjaan yang sebanyak-banyaknya di masyarakat," ujar Jokowi saat meninjau program padat karya tunai di Kampung Kokoda, Kelurahan Klasabi, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong, Jumat, 13 April 2018.

Di tingkat pusat, Presiden telah menginstruksikan kementerian-kementerian memperbanyak pelaksanaan program padat karya tunai di daerah.

Di bawah guyuran hujan dan berpayung merah, eks Gubernur DKI Jakarta itu meninjau pembangunan jalan lingkungan yang mempekerjakan 30 tenaga setempat. Selama bekerja, mereka menerima upah sebesar Rp100 ribu-Rp150 ribu per hari.

Baca: Jokowi: Program Padat Karya Genjot Perekonomian Daerah

Jalan lingkungan ini kelanjutan dari pembangunan jalan akses sepanjang 150 meter pada tahun 2017. Pemerintah akan membangun lagi sepanjang 75 meter dan dilengkapi oleh saluran drainase sepanjang 150 meter. Anggaran untuk pembangunan ini sebesar Rp133 juta.

Kepala Negara juga memerintahkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono untuk memperbaiki rumah-rumah di wilayah setempat. Berdasarkan informasi, ada 84 rumah yang akan diperbaiki dengan menggunakan anggaran KemenPUPR.

"Tadi kalau jalannya sudah jadi, 2-3 bulan selesai, saya perintahkan ke Pak Menteri untuk juga memperbaiki rumah-rumah yang ada di sini sehingga menjadi rumah sehat yang layak huni," kata dia.


(AZF)