Wiranto Nilai Uji Coba Nukir Korut Ganggu Perdamaian

LB Ciputri Hutabarat    •    Selasa, 05 Sep 2017 02:33 WIB
nuklir korea utara
Wiranto Nilai Uji Coba Nukir Korut Ganggu Perdamaian
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto. Foto: Antara/Reno Esnirq

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menilai uji coba senjata nuklir yang dilakukan Korea Utara dapat mengganggu perdamaian. Uji coba berupa bom hidrogen ini dianggap dapat membahayakan lingkungan dan kesehatan populasi di berbagai kawasan.

"Sudah jelas, percobaan nuklir memanaskan situasi perdamaian regional," ujar Wiranto seperti dilansir dari Antara, Senin, 4 September 2017.

Wiranto menegaskan, kegiatan uji coba nuklir ke-6 milik Korea Utara tersebut tidak dibenarkan. Bahkan, dilarang untuk dilakukan oleh negara manapun. 

Bekas Ketua Umum Partai Hanura itu pun menegaskan, Pemerintah Indonesia mengecam tindakan negara yang dipimpin Kim Jong-un itu. "Kita dari dahulu konsisten tidak setuju ada kegiatan-kegiatan yang mengancam keamanan kawasan. Kita selalu memberikan satu kecaman tertentu kepada negara-negara yang tidak mematuhi perjanjian internasional," ujar dia.

Pemerintah Indonesia, melalui keterangan pers Kementerian Luar Negeri, sebelumnya, mengecam uji coba senjata nuklir yang dilakukan Korea Utara karena tindakan tersebut telah melepaskan berbagai materi radioaktif.

Pemerintah Indonesia juga menekankan, tindakan uji coba tersebut bertentangan dengan kewajiban Korea Utara terhadap resolusi-resolusi terkait yang dikeluarkan oleh Dewan Keamanan PBB. Indonesia sebagai negara yang telah meratifikasi Konvensi Anti-Tes Senjata Nuklir (Comprehensive Nuclear Test Ban Treaty/CTBT) berkomitmen untuk mendorong terciptanya dunia yang aman dari segala bentuk tes dan ledakan senjata nuklir.

Untuk itu, Pemerintah Indonesia kembali menegaskan arti penting stabilitas di Semenanjung Korea dan mengajak semua pihak untuk berkontribusi terhadap penciptaan perdamaian, termasuk dengan mewujudkan kawasan bebas nuklir di Semenanjung Korea.




(AZF)