Airlangga Disebut Ajak SBY Dukung Jokowi

Husen Miftahudin    •    Rabu, 11 Jul 2018 14:32 WIB
pilpres 2019
Airlangga Disebut Ajak SBY Dukung Jokowi
Ketua DPR Bambang Soesatyo Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo.

Jakarta: Wakil Koordinator Bidang Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo menyebut pertemuan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hanya silaturahmi. Namun tak menutup kemungkinan Airlangga mengajak SBY mendukung Jokowi di Pilpres 2019.
 
"Itu silaturahmi politik biasa saja. Saling menjajaki dan tidak menutup kemungkinan Pak Airlangga mengajak Pak SBY mendukung Pak Jokowi," ungkap Bambang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 11 Juli 2018.
 
Bambang meminta pertemuan Airlangga dengan SBY tidak disalahartikan. Bambang memastikan partainya kukuh mendukung Jokowi di Pilpres 2019.
 
"Saya berharap pihak luar tidak berspekulasi dan mengadu domba kami dengan Pak Jokowi. Yang pasti Golkar tetap konsisten mendukung Pak jokowi," tegasnya.
 
Ia menambahkan, pertemuan antartokoh partai politik (parpol) merupakan hal yang biasa. Airlangga saat ini tengah gencar menyambangi para tokoh parpol untuk meredam tensi pilpres.
 
"Politik yang sedang kita kerjakan sekarang ini terutama Golkar adalah merangkul pihak-pihak (partai yang berseberangan) agar tensi politik mereda dalam menghadapi demokrasi pileg dan pilpres. Kita boleh berbeda pendapat, tetapi tetap dalam naungan NKRI," jelas Bambang.

Baca: Airlangga Bungkam Usai Bertemu SBY

Pada Selasa sore, 10 Juli 2018, Airlangga bertandang ke kediaman SBY. Mengenakan kemeja batik biru, Airlangga mengaku pertemuannya hanya membicarakan tentang keadaan politik yang terjadi saat ini.
 
"Komunikasi. Komunikasi mengenai keadaan politik dan kerja sama antar partai selalu terbuka komunikasinya," kata Airlangga di kediaman SBY, Jalan Mega Kuningan Timur VIII, Jakarta Selatan, Selasa 10 Juli 2018.
 
Ia enggan membeberkan lebih lanjut soal komunikasi politik yang terjalin dengan SBY. Airlangga hanya menyebut situasi politik saat ini masih cair. "Cair kita. Golkar dan pimpinan partai cair," tandasnya. 


(FZN)