Andi Arief Diminta Mengadu ke Bawaslu

Arga sumantri    •    Kamis, 09 Aug 2018 16:27 WIB
pilpres 2019
Andi Arief Diminta Mengadu ke Bawaslu
Anggota Bawaslu Fritz Edward/MI/Rommy Pujianto

Jakarta: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) berharap Wasekjen Demokrat Andi Arief mengadu soal dugaan mahar Rp500 miliar yang dialamatkan kepada PAN dan PKS. Keterangan Andi dibutuhkan untuk pengusutan.

"Apabila ada pihak yang mengetahui kami sangat mengharapkan kehadirannya untuk di Bawaslu," kata Anggota Bawaslu Fritz Edward di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Kamis, 9 Agustus 2018.

Bawaslu memerlukan informasi awal yang komperhensif. Bawaslu memerlukan klarifikasi langsung terkait pernyataan Arief.

Mengusut dugaan mahar memerlukan tahapan rinci. Bawaslu kemudian harus mengusut barang bukti bila hasil klarifikasi menunjukkan adanya indikasi penerimaan mahar.

Baca: Andi Arief Sebut Prabowo Jenderal Kardus

Salah satu bukti yang harus dicari ialah ada tidaknya aliran uang mencurigakan terhadap partai politik. Pembuktian aliran uang itu harus melibatkan lembaga lain, yakni Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sebelumnya, Politikus Partai Demokrat Andi Arief menuding Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menggelontorkan duit Rp500 miliar kepada PAN dan PKS. Duit itu disebut sebagai kompensasi agar PAN dan PKS menyetujui Sandiaga menjadi cawapres Prabowo Subianto.

Andi Arief juga menuding Prabowo lebih memilih uang ketimbang berjuang. Dia pun sempat memberi sinyal koalisi Demokrat dan Gerindra retak.

"Di luar dugaan kami, ternyata Prabowo mementingkan uang ketimbang jalan perjuangan yang benar. Sandi Uno yang sanggup membayar PAN dan PKS masing-masing Rp500 M menjadi pilihannya untuk cawapres," sebut Andi Arief melalui akun Twiternya.


(OJE)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

6 days Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA