Wantimpres Ingin Kajian Pemahaman Islam Diperbanyak

Achmad Zulfikar Fazli    •    Rabu, 06 Dec 2017 13:26 WIB
wantimpres
Wantimpres Ingin Kajian Pemahaman Islam Diperbanyak
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Sidarto Danusubroto. Foto: MI/Mohamad Irfan.

Jakarta: Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) menginginkan diskusi soal pemikiran para filsuf Islam diperbanyak. Wantimpres melalui Pokja Toleransi pun bekerja sama dengan Aliansi Kebhinekaan dan Program Studi Aqidah dan Filsafat UIN Syarif Hidayatullah menggelar pengajian bertajuk “Islam Cinta dari Murcia: Kajian Pemikiran Ibn ‘Arabi”. 

“Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Pokja Toleransi dan Aliansi Kebinekaan, bertujuan untuk mengkaji pemikiran para filsuf islam dan akan terus kami dukung kedepannya” kata anggota Dewan Pertimbangan Presiden Sidarto Danusubroto dalam keterangannya, Rabu, 6 Desember 2017.

Sidharto mengatakan ini adalah kali keempat kegiatan ini diadakan. Acara sudah digelar di Universitas Indonesia, Universitas Al Azhar, Institut Pertanian Bogor, dan UIN Jakarta. Menurut dia, kegiatan tentang pamahaman Islam ini perlu dibuat berkelanjutan.

“Dengan mempelajari pemikiran sufi-sufi dan para filsuf Islam, kita dapat memahami bahwa Islam adalah ajaran yang penuh cinta” ujar dia.

Sementara itu, perwakilan Aliansi Kebinekaan Doddy Abdallah menilai cinta adalah esensi dari ajaran Islam. "Jika ada orang yang lebih mengutamakan amarah dibanding cinta, secara tidak langsung dia telah mereduksi esensi Islam itu sendiri," sambung dia.

Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 250 orang. Mereka berasal dari berbagai kalangan termasuk para mahasiswa UIN, berbagai organisasi lintas agama, para pengambil kebijakan, dan beberapa akademisi dari berbagai institusi pendidikan.

Dosen UIN Media Zainul Bahri menuturkan berdasarkan kajian Ibn ‘Arabi, mencintai perbedaan itu sendiri adalah bagian dari keimanan Islam. Menurut dia, jika adanya pemaksaan terhadap keseragaman, sama dengan menentang takdir Allah SWT.

KH Agus Salim dari Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama sekaligus ketua Pokja Toleransi mengatakan Islam adalah agama yang universal. Ada banyak aspek yang perlu dipelajari untuk memahaminya.

"Tuhan menciptakan manusia berbangsa-bangsa untuk sama-sama belajar mengerti dan saling kasih sayang”, kata KH Agus Salim.

Salah satu buku yang membahas pemikiran Ibn ‘Arabi mengenai Islam cinta ada di dalam “Semesta Cinta: Pengantar kepada Pemikiran Ibn ‘Arabi” karya Haidar Bagir. Buku itu menghadirkan narasi cinta untuk memahami Islam.

Buku Semesta Cinta menjelaskan pemikiran Ibn ‘Arabi yang menjadikan seluruh kehidupan manusia dan makhluk-Nya di muka bumi sebagai sepenuhnya cerita cinta. Tidak ada satu pun di dalamnya yang dapat dipahami dengan tepat sekaligus benar, tanpa menggunakan perspektif cinta. 

Kegiatan pengajian ini diharapkan menjadi wadah alternatif baru memahami ajaran agama Islam yang damai. Acara ini diharap dapat meredam paham-paham radikal yang selama ini tersebar dan mempengaruhi pola pikir para mahasiswa.


(OGI)