Golkar Gelar Workshop Nasional Anggota Fraksi di DPRD

Riyan Ferdianto    •    Jumat, 16 Dec 2016 04:00 WIB
partai golkar
Golkar Gelar Workshop Nasional Anggota Fraksi di DPRD
Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto dalam pembukaan "Workshop Nasional Anggota DPRD Provinsi dan Kabupaten/ Kota se-Indonesia Angkatan II". MTVN/Riyan Ferdianto

Metrotvnews.com Jakarta: DPP Partai Golkar menyelenggarakan Workshop Nasional Anggota Fraksi DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten Kota. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Redtop Pecenongan, Jakarta Pusat diikuti oleh 820 peserta dari seluruh Indonesia. 

Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto dalam pidatonya mengatakan anggota fraksi partai Golkar di DPRD merupakan ujung tombak partai dalam memajukan dan memenangkan Golkar. Selain itu, Novanto juga berpesan agar setiap anggota DPRD bisa memperluas wawasan dan pengetahuan tentang fungsi legislatif dan fungsi pengawasan.

"DPRD merupakan kepanjangan tangan partai. Mereka merupakan panglima-panglima partai yang siap memenangkan partai dan menjadi ujung tombak di lapangan," kata Setya Novanto di Hotel Redtop, Pencenongan, Jakarta Pusat, Kamis (15/12/2016)

Di bidang anggaran, lanjut Ketua DPR RI itu, program-program pro rakyat harus diutamakan. Program pengentasan kemiskinan, pemberdayaan UMKM, perbaikan pelayanan kesehatan dan pendidikan, serta perbaikan infrastruktur dasar untuk rakyat miskin harus didukung.

Selain itu, Setya Novanto juga meminta meminta agar dana desa yang mencapai Rp60 triliun benar-benar diawasi supaya tepat sasaran dan dipastikan tidak ada penyimpangan. Dengan demikian, dana itu bisa membawa kemajuan dan kemakmuran bagi masyarakat desa.

Novanto juga berbicara soal pilkada, di mana setiap anggota DPRd wajib memenangkan calon-calon pilihan Golkar di Seluruh Indonesia. Partai 'Pohon Beringin' itu juga menegaskan mendukung pemerintah termasuk mendukung Joko Widodo dalam pilpres 2019.

"Posisi Partai Golkar adalah mendukung pemerintah kita sudah putuskan dalam rapimnas dan sekaligus mendukung Pak Jokowi Dodo di pilpres 2019," tutur Novanto.


(OGI)