Jokowi Hargai Pengunduran Diri Yudi Latif

Achmad Zulfikar Fazli    •    Jumat, 08 Jun 2018 19:39 WIB
pancasila
Jokowi Hargai Pengunduran Diri Yudi Latif
Presiden Joko Widodo menghadiri acara buka puasa di kediaman Ketua MPR Zulfikli Hasan - Medcom.id/Achmad Zulfikar Fazli.

Jakarta: Presiden Joko Widodo telah menerima surat pengunduran diri Yudi Latif sebagai kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Ia menghargai keputusan Yudi.

"Ya jadi pagi tadi saya sudah menerima surat pengunduran diri dari Pak Yudi Latif dan saya sangat menghargai upaya yang telah disiapkan dengan proses pembentukan UKP PIP, kemudian pindah ke BPIP," kata Jokowi di kediaman Ketua MPR Zulfikli Hasan, Jakarta, Jumat, 8 Juni 2018.

Menurut dia, kerja keras dan integritas Yudi tak bisa diragukan lagi. Namun, ia menerima keinginan Yudi untuk mundur lantaran alasan keluarga.

"Dalam surat disampaikan karena ada urusan pribadi keluarga yang harus lebih diberikan perhatian. Beliau mengundurkan," ujar dia.

Jokowi mengaku belum memilih calon pengganti Yudi. Pasalnya, ia baru menerima surat pengunduran diri tersebut.

Yudi mengundurkan diri sebagai kepala BPIP, pagi tadi. Yudi pamit usai setahun menduduki jabatan itu. Ia juga meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia.

"Pada segenap tim UKP-PIP/BPIP yang dengan gigih, bahu-membahu mengibarkan panji Pancasila, meski dengan segala keterbatasan dan kesulitan yang ada, apresiasi dan rasa terima kasih sepantasnya saya haturkan. Saya mohon pamit," kata Yudi dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Jumat, 8 Juni 2018. 

Yudi mengakui belum banyak yang bisa dilakukan oleh BPIP selama setahun berjalan sejak masih menjadi Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP). Hal ini, kata dia, lantaran sejumlah keterbatasan.

Baca: Fadli Zon Apresiasi Pengunduran Diri Yudi Latif

Dia bilang, di tengah peralihan UKP-PIP menjadi BPIP yang hampir rampung, lembaga itu memerlukan sosok baru. Lembaga memerlukan tipe kecakapan, kepribadian serta perhatian dan tanggung jawab yang berbeda.

"Saya merasa, perlu ada pemimpin-pemimpin baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan. Harus ada daun-daun yang gugur demi memberi kesempatan bagi tunas-tunas baru untuk bangkit," tutur dia. 

Untuk itu, kata Yudi, saat yang tepat. Ketika proses transisi kelembagaan menuju BPIP hampir tuntas, momen yang tepat untuk penyegaran kepemimpinan.

"Pada titik ini, dari kesadaran penuh harus saya akui bahwa segala kekurangan dan kesalahan lembaga ini selama setahun lamanya merupakan tanggung jawab saya selaku kepala pelaksana," tutur dia. 




(DMR)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA