Presiden Diminta Bentuk Tim Independen Ungkap Teror Novel

Antara    •    Senin, 17 Apr 2017 13:19 WIB
novel baswedan
Presiden Diminta Bentuk Tim Independen Ungkap Teror Novel
Sekretaris Fraksi Partai NasDem DPR Syarief Abdullah Alkadrie--MI/Mohamad Irfan

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo diminta membentuk tim independen untuk mempercepat penanganan teror terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Pasalnya, gerak Kepolisian dianggap lambat.

"Profesionalisme institusi Kepolisian saat ini sedang diuji dan masyarakat menunggu hasilnya," kata Sekretaris Fraksi Partai NasDem DPR Syarief Abdullah Alkadrie di Jakarta, Senin 17 April 2017.

Teror terhadap aparat institusi negara, terutama KPK, lanjut Abdullah, kerap terjadi. "Belum terdengar ada yang terungkap," ujarnya.

Baca: Polisi Dapat Informasi Kuat Penyerang Novel Baswedan

Kinerja Kepolisian kini dalam sorotan. Nah, jangan sampai citra Kepolisian tambah melorot. Abdullah berharap, kasus Novel segera terungkap. "Kita ingin kasus ini ditangani secara profesional dan proposional," ucapnya.

Anggota Komisi V DPR itu juga mengimbau semua pihak yang mengetahui dan memiliki bukti sekecil apa pun membantu pihak Kepolisian.

Novel Baswedan disiram air keras sepulang salat subuh pada Selasa 11 April 2017. Pelaku menyiramkan air keras ke Novel dari sepeda motornya dan mengenai wajah Novel.

Pihak Kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku di balik teror tersebut. Polri sudah menerima berbagai informasi baik dari saksi, maupun pihak lain termasuk KPK yang memberikan Closed-circuit television (CCTV) di rumah Novel.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul mengatakan, Polri juga sudah menerima foto yang diduga pelaku penyiraman itu.

"Kami butuh waktu untuk mendalaminya. Kami juga sudah mendapat informasi kuat siapa pelaku, tapi masih ditelaah lebih lanjut karena membutuhkan informasi untuh tentang itu,” kata Martinus dalam keterangannya, Minggu 16 April 2017.

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya itu menjelaskan, saat ini penyidik polri masih membutuhkan keterangan Novel Baswedan sebagai korban. Namun polri masih memprioritaskan Novel pulih usai menjalani perawatan di Singapura.


(YDH)

Kematian Saksi Kunci KTP-el (3)

Kematian Saksi Kunci KTP-el (3)

5 hours Ago

Sebuah perusahaan asal Amerika Serikat ikut menyediakan teknologi perekaman KTP-el. Terselip na…

BERITA LAINNYA