Hendardi: TNI Butuh Pemimpin Solid

   •    Senin, 13 Nov 2017 12:15 WIB
panglima tni gatot nurmantyo
Hendardi: TNI Butuh Pemimpin Solid
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Foto: MI/Atet Dwi Pramadia

Jakarta: Ketua Setara Institute Hendardi mengatakan TNI membutuhkan pemimpin solid. Menurutnya, TNI merupakan salah satu simbol pertahanan negara.

"Performa TNI menjadi representasi wajah kekuatan negara," kata Hendardi seperti dilansir Antara, di Jakarta, Senin 13 November 2017.

Maret 2018 nanti, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memasuki pensiun. Menurut dia, masih ada persoalan yang masih melilit TNI, baik soliditas, profesionalisme, kesejahteraan, reformasi peradilan militer, penanganan bisnis tentara, akuntabilitas anggaran, maupun ketundukkan pada supremasi sipil.

"Persoalan itu adalah tantangan yang harus dijawab sebagai bagian dari pemenuhan amanat reformasi sejak 1999," kata dia.

Ia menilai kepemimpinan di tubuh TNI dan kebersediaan tunduk pada supremasi sipil adalah kunci utama dalam mengatasi persoalan itu.

Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo harus menjadikan episode pergantian Gatot Nurmantyo sebagai momentum penataan secara utuh organisasi dan kepemimpinan TNI.

Baca: Imparsial Minta Panglima TNI Berikutnya Dipilih dari AL atau AU

"Presiden Jokowi harus memastikan calon pengganti Gatot Nurmantyo adalah sosok yang 'aware' dengan persoalan yang masih melilit TNI. Kepemimpinan baru haruslah sosok yang terbuka, reformis, dan satu padu dalam langkah dan perbuatan dengan Presiden Jokowi sebagai Panglima Tertinggi TNI," ujarnya.

Program kemaritiman

Gagasan dan program kemaritiman Jokowi, lanjut Hendardi, juga bisa jadi pertimbangan kebutuhan mencari sosok Panglima TNI yang mendukung penguatan pembangunan kemaritiman.

"Sekaligus membangun tradisi bergilir dalam memimpin TNI yang terdiri dari tiga angkatan," katanya.

Melihat jejak langkah Gatot Nurmantyo, Jokowi tidak terikat untuk mengganti Gatot sesegera mungkin. Gatot Nurmantyo akan pensiun pada Maret 2018, tetapi sebagai pemegang hak prerogratif, Jokowi bisa segera mengusulkan nama-nama pengganti Gatot Nurmantyo.

Baca: Panglima TNI Berikutnya Diharapkan Minim Akrobat Politik

"Selain proses di DPR yang cukup lama, menyegerakan pergantian Panglima TNI juga akan mempercepat penuntasan agenda reformasi TNI. Selama kepemimpinan Gatot, persoalan ini justru stagnan dan bahkan mengalami kemunduran karena hasrat politik sang panglima yang mengemuka sebelum waktunya," papar Hendardi.

Sebagai representasi wajah kekuatan pertahanan, tambah dia, Presiden Jokowi tidak boleh bertaruh dengan gaya kepemimpinan Gatot yang politis dan seringkali "offside" dari kehendak presiden.

"Kegaduhan yang sering dibuat Gatot hanya merusak organisasi TNI dan mengganggu agenda-agenda pembangunan dan kepemimpinan Jokowi. Mempercepat pergantian Jenderal Gatot akan mendisiplinkan TNI lebih cepat untuk menjawab dinamika politik 2018 dan 2019," tuturnya.




(UWA)

Ganjar Pranowo Bantah Tudingan Nazaruddin

Ganjar Pranowo Bantah Tudingan Nazaruddin

1 hour Ago

Nama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo disebut-sebut sebagai salah satu orang yang menerima …

BERITA LAINNYA