Wapres Kalla Sebut Proteksionisme Mulai Ancam Keterbukaan

Dheri Agriesta    •    Selasa, 12 Jun 2018 15:34 WIB
jusuf kalla
Wapres Kalla Sebut Proteksionisme Mulai Ancam Keterbukaan
Wakil Presiden Jusuf Kalla--Antara/Wahyu Putro

Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla berpidato dalam Konferensi Internasional ke-24 tentang masa depan Asia di Tokyo, Jepang. Dalam pidatonya, Kalla menyoroti proteksionisme yang diterapkan beberapa negara.

“Keterbukaan ini sekarang mendapat tantangan dari beberapa pandangan baru yang dibangun atas dasar pertimbangan internal suatu negara dan nilai-nilai yang dianut oleh negara itu sendiri. Proteksionisme dan unilateralisme semakin berkembang,” kata Kalla di Imperial Hotel, Tokyo, Jepang, Selasa, 12 Juni 2018.

Padahal, keterbukaan dinilai berperan penting dalam mendukung kerja sama antarnegara dalam menciptakan stabilitas dan perdamaian. Stabilitas, kata Kalla, merupakan syarat penting terciptanya pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan.

"Sedangkan kesejahteraan akan menjadi adanya stabilitas nasional maupun internasional," ucap Kalla.

Baca: JK Jadi Pembicara Utama Konferensi Perdamaian & Keamanan

Kalla mencontohkan kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang meninggalkan Kemitraan Trans-Pasifik dan Kesepakatan Paris. Amerika Serikat juga melakukan perang dagang dengan sejumlah negara.

Pria asal Makassar itu juga menyoroti pendekatan unilateral yang diambil Amerika Serikat dalam menyelesaikan masalah di Timur Tengah. Salah satu kebijakan paling kontroversial adalah pemindahan Kedutaan Besar Amerika Serikat ke Yerusalem, Israel.

"Membuat perdamaian di Palestina semakin sulit terwujud dan meningkatkan ketegangan di seluruh dunia," terang Kalla.

Kalla menilai kebijakan Amerika Serikat itu akan mencederai komitmen global yang telah dibangun puluhan tahun. Ia menambahkan nilai-nilai seperti demokrasi, keterbukaan ekonomi, dan pengentasan kemiskinan, semakin pudar. Dunia semakin terkotak-kotak secara ekonomi dan politik.

“Singkatnya, masalah-masalah baru muncul sebelum masalah-masalah lama terselesaikan. Dunia pun menjadi semakin rapuh,” pungkas Kalla.



(YDH)