Sekjen Golkar Apresiasi Ade Komaruddin

Al Abrar    •    Selasa, 29 Nov 2016 15:01 WIB
pergantian ketua dpr
Sekjen Golkar Apresiasi Ade Komaruddin
Setya Novanto dan Ade Komarudin. Antara Foto/Zabur Karuru

Metrotvnews.com, Jakarta: Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Idrus Marham menyampaikan terima kasih kepada Ade Komarudin. Menurut dia, Ade tulus hati dicopot dari jabatan Ketua DPR dan digantikan Setya Novanto.

Ini yang kedua bagi Ade 'mengalah' untuk Novanto. Sebelumnya, ia mundur dari pemilihan kedua ketua umum Golkar saat Munas di Bali, Selasa 17 Mei. Menurut Ade saat itu, keputusannya mundur dari pemilihan demi rekonsiliasi kader Golkar.

Klik: Setya Novanto Ingkar Janji

Golkar menunjuk Ade menjadi Ketua DPR setelah Novanto mengundurkan diri, karena kasus dugaan pemufakatan jahat meminta saham kepada PT Freeport Indonesia dengan mencatut jabatan Joko Widodo.

Novanto mengajukan pengujian Pasal 15 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi, karena Pasal 88 KUHP yang sebelumnya digugat hanya memuat definisi frasa pemufakatan jahat. Novanto menilai, perbaikan itu tak akan mengubah substansi karena makna pemufakatan jahat merujuk pada Pasal 88 KUHP.


Ketua Dewan Pembina Golkar Aburizal Bakrie (kiri) mendukung Novanto menjadi Ketua DPR. Antara Foto/Rosa P

Majelis Konstitusi mengabulkan gugatan Novanto. Ketua Majelis Hakim Konsitusi Arief Hidayat menilai, frasa pemufakatan jahat dalam Pasal 15 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 bertentangan dengan UUD 1945.

Setelah Novanto menang, sebagian pengurus Golkar mulai woro-woro mengembalikan Novanto menjadi pimpinan Dewan. Ini dianggap jalan untuk memperbaiki martabat mantan model itu.

Klik: Mekanisme Penggantian Ketua DPR

Tanggapan para politikus partai lain normatif soal kemungkinan Novanto kembali ke Parlemen. Mereka menganggap jabatan Ketua DPR memang jatah Golkar, maka jadi urusan Golkar.

Gonjang ganjing lebih tampak di internal Golkar. Kader yang tidak ingin Novanto kembali menjadi pimpinan Dewan antara lain Akbar Tanjung dan Ahmad Doli Kurnia.


Presiden Joko Widodo dan Setya Novanto dalam pertemuan di Istana. Antara Foto/Yudhi Mahatma

Sedangkan Ade ikhlas dan pasrah. "Saya orang yang taat kepada peraturan, termasuk peraturan organisasi tempat saya bernaung. Termasuk peraturan yang berlaku di internal partai Golkar," kata Akom, Senin malam 28 November.

"Sekali lagi, aku ora popo (bahasa Jawa: tidak masalah). Mudah-mudahan apa yang saya lakukan selama ini memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi institusi DPR bagi Republik ini."

Idrus Marham mengapresiasi Ade. Idrus yakin Ade menerima keputusan pengurus pusat Golkar dan menaati aturan yang berlaku. Ia juga menegaskan, pergantian Ketua DPR murni kebijakan Golkar.

"Tidak ada kaitanya dengan pihak luar, termasuk Presiden (Joko Widodo)," kata Idrus, Selasa (29/11/2016).

 









(TRK)