GMNI Kehilangan Sosok Prof Sri Soemantri

Antara    •    Rabu, 30 Nov 2016 20:49 WIB
alumni gmni
GMNI Kehilangan Sosok Prof Sri Soemantri
Prof Sri Soemantri Martosoewignjo--MI/SAFIR MAKKI

Metrotvnews.com, Jakarta: Indonesia kehilangan sosok intelektual dan sesepuh di dunia pendidikan hukum, Prof Sri Soemantri Martosoewignjo. Almarhum menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Priemer Jatinegara Jakarta pada Rabu, (30/11/2016), sekitar pukul 15.13 WIB.  

Pria kelahiran Tulungagung dan berusia 90 tahun ini adalah profesor di bidang hukum tata negara dan Guru Besar Emeritus Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran, Bandung.

Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) turut berduka cita atas kepergian almarhum. Ketua Umum Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Ahmad Basarah, adalah sosok seorang nasionalis, tegas dan teguh pada prinsip.

"Keluarga Besar GMNI sangat berduka atas kepergian almarhum. Semoga amal bakti almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa," kata Basarah, seperti disitat Antara, Rabu (30/11/2016).

Semasa hidupnya, almarhum sudah malang melintang berkiprah di sejumlah lembaga negara dan dunia pendidikan. Almarhum pernah tercatat sebagai salah seorang anggota Badan Konstituante, lembaga negara yang dibentuk untuk menggantikan Undang-Undang Dasar Sementara 1950 hasil Pemilu 1955.

Dalam Pemilu yang digelar Desember 1955, Sri Soemantri terpilih mewakili daerah pemilihan Jawa Timur melalui Partai Nasional Indonesia. Saat itu almarhum berusia 29 tahun, Sri memiliki nomor urut 339 dari 520 kursi konstituante. Ia adalah anggota Konstituante termuda waktu itu.

Di dunia akademis, kiprah almarhum juga tak sebentar. Berpuluh-puluh tahun ia mengabdi sebagai dosen. Nama Sri Sumantri memang tak bisa dilepaskan dari Universitas Padjadjaran, Bandung, yang telah memberikannya Guru Besar Ilmu Hukum Tata Negara.

Di dunia aktivis, almarhum merupakan aktivis sekaligus salah satu pendiri organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) pada 23 Maret 1954.

"Sebagai sesepuh GMNI, almarhum tetap konsisten berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada kader-kader GMNI hingga tutup usia," ucapnya.
(YDH)