Revisi UU ITE Dibawa ke Paripurna Pekan Depan

Al Abrar    •    Senin, 17 Oct 2016 19:04 WIB
undang-undang
Revisi UU ITE Dibawa ke Paripurna Pekan Depan
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin. MI/Angga Yuniar.

Metrotvnews.com, Jakarta: Revisi Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sudah rampung. Rencananya sebelum masa reses akhir Oktober, revisi dibawa ke tingkat paripurna untuk disahkan.

"Jadi tadi sudah selesai, hari Kamis 20 Oktober kita bawa ke tingkat I untuk disepakati di Komisi. Pekan depan kita bawa ke paripurna," kata Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanudin menyebut di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/10/2016).

Menurut politikus PDIP ini, revisi undang-undang tersebut terlambat disahkan lantaran tata bahasa dan kosakata yang digunakan harus diperhatikan dengan teliti.

Revisi dalam aturan tersebut antara lain adalah, pasal 27 tentang pencemaran nama baik. Sebelumnya dalam UU ITE ancaman hukuman berupa penjara enam tahun. Setelah direvisi berubah menjadi empat tahun penjara.

Begitu pula dalam pasal 29 UU ITE soal pelaku pengancaman, dari hukuman yang semula diberi sanksi 12 tahun penjara. Kini menjadi empat tahun penjara.

Baca: Poin Krusial Pembahasan Revisi UU ITE

Dalam revisi tersebut juga diatur soal penyadapan, TB mengatakan, yang berhak melakukan penyadapan hanya institusi penegak hukum atau adanya perintah dari pengadilan.

"Yang berhak melakukan penyadapan tersebut adalah institusi penegak hukum atau karena perintah dari pengadilan," ujarnya.

Wakil Ketua Komisi I DPR, Hanafi Rais mengatakan, revisi undang-undang ITE sudah tersinkroniasi dengan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). Dia juga menekankan sudah tidak adalah hal substantif yang perlu diharmonisasi dengan Pemerintah sebagai pengusul diubahnya undang-undang tersebut.

"Sudah tidak ada lagi masalah substantif," katanya ditempat yang sama.

Politikus PAN ini yakin sebelum reses 28 Oktober, revisi tersebut sudah diketok melalui sidang paripurna.

"Sebelum reses ini mudah-mudahan sudah diketok," ucapnya.

 


(AZF)