2024 Jet Tempur Buatan Indonesia Mengudara

Ilham wibowo    •    Kamis, 11 Feb 2016 20:25 WIB
pesawat tempur
2024 Jet Tempur Buatan Indonesia Mengudara
Jet tempur F-16 milik TNI AU mengudara, Kamis (7/5). Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

Metrotvnews.com, Bandung: Rencana memngembangkan pesawat jet tempur buatan dalam negeri terus dikembangkan. Rencananya pesawat tersebut akan mengudara pada tahun 2024 mendatang.

Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (PTDI) Budi Santoso mengatakan, PTDI akan memulai tahap produksi proyek pesawat tempur bernama Indonesia Fighter Xperiment (IFX) generasi 4.5 pada 2020 mendatang. Guna mewujudkan hal tersebut, PTDI telah bekerja sama dengan Korean Aerospace Industries (KAI).

"Pesawat ini mulai produksi pada 2020 dan berlanjut hingga 20 tahun mendatang," kata Budi di kompleks perkantoran PTDI, Jalan Pajajaran, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (11/2/2016).

Menurut Budi, kontrak kerja sama tahap dua yang dilakukan Indonesia melalui Kementerian Pertahanan dengan Defence Acquisition Program Administration (DAPA) Korea Selatan dan PTDI dengan Korean Aerospace Industries (KAI) pada Januari lalu merupakaan permulaan pengembangan pembuatan pesawat purwarupa. Proyek purwarupa ini diperkirakan selesai pada tahun 2019. Ia juga menargetkan, pesawat tempur yang diklaim lebih baik dari Sukhoi-35 dan F-16 ini bisa dioperasikan pada 2024 atau 2025 oleh prajurit TNI.

"2024 pesawat ini operasional. Tahun ini sampai 2019 kita buat prototype dan uji terbang," imbuhnya.

Pembuatan pesawat purwarupa itu sendiri akan dilakukan di Korea Selatan. Jika seluruh tahapan telah selesai, lanjut Budi, produksi pesawat tempur tersebut dicanangkan untuk memenuhi kebutuhan militer Indonesia dan untuk penjualan ke negara lain.

Budi menambahkan, pembuatan pesawat tempur ini juga melibatkan ilmuwan dan teknisi dari Indonesia. Menurutnya, akan ada 300 orang Indonesia yang mempelajari pengerjaan pesawat tersebut langsung di Korea Selatan.

Selain terlibat dalam proses perencanaan hingga pengujian, para insinyur Indonesia juga akan berperan dalam aktivitas transfer of technology. Korea Selatan sendiri telah memiliki penguasaan teknologi jet tempur.

Dalam perjanjian pembagian biaya yang disepakati kedua negara, Indonesia membiayai 20 persen dari total keseluruhan biaya eksperimen. Sementara Korea Selatan mendanai 80 persen sisanya. Namun Indonesia tetap mendapatkan 90 persen teknologi pembuatan tersebut.

"Insinyur kita dikasih kesempatan di semua hal. Kita ikut merancang, hingga menganalisa. Karena terlibat maka kita menguasai teknologi. Penguasaan teknologi sangat penting," ucapnya.


(MBM)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA